Kumpul Rame-rame dan Tabuh Kentongan, Ikatan Alumni FKM UMJ dan Emergency Response in Disaster And Medical Servic Gagas Kampus Tangguh Bencana

- Penulis

Sabtu, 26 April 2025 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Organisasi Lintas Universitas & Fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta hadir dalam peringatan Hari Keseiapsiagaan Bencana tahun 2025. (Dokumentasi Pribadi)

Organisasi Lintas Universitas & Fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jakarta hadir dalam peringatan Hari Keseiapsiagaan Bencana tahun 2025. (Dokumentasi Pribadi)

SUARAMUDA, JAKARTA – Berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan UMJ mewarnai peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025 yang jatuh pada 26 April 2025 hari ini.

Organisasi tersebut utamanya yang bergerak di bidang kebencanaan, pertanian, kesehatan, sosial hingga keorganisasian tingkat kampus hadir dalam satu forum bersama.

Mereka menggagas kolaborasi nyata membangun ketangguhan kampus terhadap risiko bencana yang kemungkinan besar dapat terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadir dalam kegiatan tersebut, Emergency Response in Disaster And Medical Servic (ERDAMS), FKM UMJ, Himpunana Mahasiswa Agroteknologi & Agribisnis FAPERTA UMJ.

Lalu, Dewan Perwakilan Mahasiswa, HIMIA FISIP UMJ dan HMKS FISIP UMJ, Tim Bantuan Medis (TBM) Meridien FKK UMJ, Hizbul Wathon & STACIA UMJ.

Ikatan Alumni FKM UMJ (IKALUM UMJ) dan dimotori ERDAMS FKM UMJ menjadi penggerak utama yang memandang pentingnya menyatukan seluruh potensi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Pertemuan ini membahas langkah-langkah strategis dalam membangun budaya Kampus Tangguh Bencana, termasuk bagaimana masing-masing organisasi bisa berperan dalam mitigasi bencana, terutama hingga bisa mengedukasi masyarakat kampus.

“Bagi kami, ini adalah awal. Langkah pertama menuju ekosistem kampus yang benar-benar tangguh terhadap bencana,” ujar Nirwan Dwi Putra, yang hadir mewakili IKALUM UMJ.

Ia menegaskan, organisasi yang belum bisa berpartisipasi ini tetap akan dirangkul ke depannya.

Program jangka panjang sedang disiapkan untuk mewujudkan pelatihan rutin, simulasi evakuasi, hingga integrasi kesiapsiagaan ke dalam budaya Kampus Tangguh Bencana.

Baca Juga :  Muhammadiyah Sumatera Selatan Gelar Bimtek dan ToT Agen–Verifikator SatuMu, Perkuat Ekosistem Digital Persyarikatan

Langkah Awal Satukan Potensi & Rangkul Semua Lembaga

Tak hanya sekadar diskusi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan produksi video memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, sebagai bagian dari bentuk edukasi publik.

Video tersebut akan menjadi media kampanye digital yang menjangkau masyarakat luas, berisi informasi ringan namun penting tentang peringatan dini dan langkah-langkah menghadapi bencana.

Video ini mengangkat tema “Kesiapsiagaan adalah Tanggung Jawab Bersama.”

Sebuah pesan kuat yang menekankan bahwa semua lembaga apapun bidang dan latar belakangnya punya kontribusi terhadap sistem peringatan dini dan edukasi kebencanaan, sesuai kapasitas dan perannya masing-masing.

Baik itu organisasi kesehatan, sosial, pertanian, pendidikan, hingga organisasi administratif, semuanya dapat ambil bagian dalam membentuk ekosistem Kampus Tangguh Bencana.

Dalam video ini juga tergambarkan simbol peringatan kentongan pada pukul 10.00 pagi sebuah trademark dari BNPB dalam memperingati HKB yang dibunyikan serentak sebagai tanda bahwa masyarakat harus siap menghadapi kemungkinan bencana.

BNPB memilih kentongan bukan tanpa alasan. Di tengah derasnya modernisasi sistem peringatan dini, kentongan tetap menyimpan nilai-nilai kearifan local mudah dibuat, mudah digunakan, dan dapat menyatukan warga dalam momen darurat.

Kentongan bukan hanya simbol tradisional, tapi juga bentuk ajakan konkret untuk mulai waspada, teredukasi, dan saling melindungi.

Video Peringatan HKB ini diisi oleh representasi dari berbagai organisasi kampus yang hadir pada hari itu, memperlihatkan semangat kolaboratif lintas bidang yang menjadi kekuatan utama dalam membangun budaya Kampus Tangguh Bencana.

Baca Juga :  Baliku Sayang, Baliku Malang: Pulau Dewata Lumpuh Diterjang Banjir

Menuju Kampus Tangguh Bencana

Meski baru awal, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membentuk jejaring mahasiswa lintas organisasi yang peduli terhadap isu bencana, kesehatan, dan sosial.

Di tengah situasi semakin kompleksnya risiko bencana yang mengintai wilayah Indonesia dari gempa bumi, banjir, hingga kebakaran hutan peran kampus sebagai pusat pembelajaran dan penggerak perubahan sosial tidak bisa dipandang sebelah mata.

Inilah yang melatarbelakangi sebuah forum lintas organisasi yang baru saja digelar oleh IKALUM FKM UMJ bersama ERDAMS sebagai motor penggeraknya.

IKALUM UMJ juga menyampaikan komitmennya untuk terus menyatukan langkah dengan organisasi lain di Universitas Muhammadiyah Jakarta yang belum hadir dalam forum ini.

Dalam waktu ke depan, akan dibuka ruang-ruang kolaborasi lanjutan yang lebih sistematis dan menyeluruh.

Agar gerakan Kampus Tangguh Bencana tidak berhenti hanya di tataran simbolik, tetapi bisa menjelma menjadi kekuatan nyata dalam mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

Karena kesiapsiagaan bukan hanya tentang alat atau struktur, tapi tentang kesadaran kolektif yang ditanamkan sejak dari ruang kelas hingga ke tengah masyarakat.

Dan dari sinilah, perubahan itu mulai digerakkan dari kampus, untuk Indonesia yang lebih siap, tangguh, dan tanggap terhadap segala kemungkinan. (Red)

Penulis: Adipatra Kenaro Wicaksana

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB