Gara-gara Hal ini, Lebaran di Jateng Kali Ini Gak Asyik! Sepi Duit, Mudik Berkurang, Daya Beli Masyarakat Juga Lesu

- Penulis

Rabu, 2 April 2025 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber gambar: solo pos

Sumber gambar: solo pos

SUARAMUDA, SEMARANG – Diakui atau tidak, perputaran uang selama Ramadan dan Idulfitri 2025 tergolong cukup lemah.

Dalam analisis Center of Economic and Law Studies (CELIOS), kondisi ini diperkirakan berdampak pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang tidak optimal.

Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda menyebutkan, pemutusan hubungan kerja (PHK) pada dua bulan pertama tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama melemahnya konsumsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini tecermin dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2025 yang mengalami penurunan sebesar 0,4 persen secara month-to-month.

Padahal jika dilihat secara historis, pada periode 2022 hingga 2024, biasanya terjadi kenaikan IKK pada Januari karena ada optimisme konsumen pada awal tahun.

Kondisi keyakinan konsumen melemah juga terjadi pada Februari 2025.

Data lain juga menunjukkan pola serupa. Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2025 turun menjadi 211,5, lebih rendah dibandingkan Desember 2024 yang mencapai 222.

Lesunya perputaran uang di daerah juga ditandai menutunnya jumlah pemudik. Kementerian Perhubungan mencatat terjadi penurunan pemudik yang hanya mencapai 146 juta orang, turun 24 persen dari 194 juta pemudik tahun lalu.

Menurut jpnn.com, Rabu (2/4/2025) selain jumlah pemudik yang berkurang, beberapa indikator ekonomi juga mengalami penurunan.

Sampel di Jawa Tengah

Lemahnya daya beli masyarakat tercermin dari lalu lintas yang tak padat, tempat wisata yang tak penuh orang, hingga mal atau pasar yang sepi.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Lesbumi Kendal Bahas 'Pulung' dan Kekuasaan

Daya beli warga kelas menengah ke bawah kian lesu. Mereka lebih memilih berhemat dengan mengurangi belanja pakaian dengan kembali menggunakan pakaian lama atau membeli pakaian bekas hasil impor.

Dilansir Media Indonesia, kegiatan warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah masuk liburan Hari Raya Idulfitri kedua tidak sesibuk sebelumnya.

Lalu lintas di jalan raya juga tidak sepadat sebelumnya dan sebagian besar warga memilih untuk bertahan di rumah guna berkumpul bersama keluarga.

Pantauan Media Indonesia, sejumlah tempat wisata juga masih terlihat sepi pengunjung, jauh menurun dibanding pada lebaran sebelumnya.

Kawasan Wisata Bandungan (Kabupaten Semarang), Lawang Sewu, Kota Lama, Sam Poo Kong, Semarang Zoo (Kota Semarang), Makam Sunan Kalijaga, Masjid Agung dan Pantai Mor (Demak), Pantai Cahaya (Kendal), Pantai Sigandu (Batang) dan Pantai Pasir Kencana (Pekalongan), tak ramai.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kota Pekalongan Sabaryo Pramono mengungkap sepinya pengunjung ke destinasi wisata di daerahnya.

“Masih sepi pengunjung, berbeda dengan tahun sebelumnya pada hari kedua lebaran penuh pengunjung berwisata, ” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Wing Wiyarso, daerah ini menargetkan adanya peningkatan jumlah wisatawan hingga 8,5%, sehingga 18 destinasi wisata dipersiapkan secara matang sejak sebelum musim mudik.

Baca Juga :  Mengulik Pelajaran di Balik Riuhnya Mudik Lebaran

“Dari 20 juta pemudik ada di Jawa Tengah, target 4,5 juta wisatawan berkunjung di sejumlah destinasi wisata cukup realistis,” imbuhnya.

Pilih Hemat

Sebagian besar warga terutama kalangan menengah ke bawah di sejumlah daerah di Jawa Tengah memililih melakukan penghematan pengeluaran, sebagai dampak menurunnya daya beli masyarakat.

Ini terjadi akibat banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun kenaikan harga kebutuhan pokok jelang lebaran.

Hal itu terindikasi dari sepinya sejumlah pasar tradisional terutama pada sektor barang sekunder seperti pakaian.

“Pembelian pakaian baru menurun drastis, biasanya saya bisa jual hingga 5-10 kodi hingga sehari sebelum lebaran, saat ini paling banyak hanya dua kodi, itupun harga pakaian golongan kelas bawah,” kata Etik Marlina, 45, pedagang dan grosir pakaian di Pasar Johar Semarang.

Dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (2/4/2025) Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani juga mengungkapkan penurunan okupansi.

Ia menaksir penurunan kali ini mencapai 20% jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Kondisi ini terjadi di beberapa daerah tujuan wisata, seperti Yogyakarta, Bali dan Solo.

“(Penurunan okupansi hotel) seperti diduga lebih rendah dari tahun lalu. Saya tadi sempat telpon beberapa daerah Solo, Jogja, Bali memang turun,” tutur Hariyadi. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB