Antisipasi Kemacetan Panatapan Tele, Dishub-Ditlantas Polda Sumut Siapkan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas

- Penulis

Senin, 17 Maret 2025 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MEDAN — Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub Sumut) dan Ditlantas Polda Sumut bersinergi menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas selama masa libur Lebaran 2025.

Langkah itu juga dilakukan dengan berkolaborasi bersama Pemkab Samosir, utamanya untuk mengantisipasi kemacetan di Penatapan Tele, Kabupaten Samosir.

Hal itu juga berkaca pada libur Nataru 2024 lalu, lokasi Panatapan Tele mengalami kemacetan parah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Dr. Agustinus Panjaitan, mengatakan tim yang turun ke lapangan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut.

“Pasca rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Toba 2025 di Mapolda Sumut, saya dan Pak Dirlantas sepakat Dishub Sumut bersama Ditlantas sepakat menurunkan tim untuk meninjau langsung lokasi Panatapan Tele,” ujar Agustinus Panjaitan, kepada wartawan di Medan, Senin (17/3/2025).

Berdasarkan hasil survei, kapasitas parkir di Menara Pandang Tele dinilai tidak mencukupi.

Baca Juga :  Kepala BGN Sebut Timnas Indonesia Kurang Gizi, Lebay Gak Sih Menurut Kamu?

Saat ini hanya tersedia 80 slot parkir untuk mobil (R4) dan 150 slot untuk sepeda motor (R2), sedangkan jumlah kendaraan pengunjung diperkirakan bisa mencapai lebih dari 500 unit mobil.

Selain itu, kemacetan juga diperparah oleh banyaknya pejalan kaki yang menyeberang jalan di sekitar lokasi

“Berdasarkan hasil survei, tim gabungan merekomendasikan berbagai strategi, mulai dari penyediaan kantong parkir tambahan hingga penataan arus lalu lintas,” imbuh Agustinus.

Ditlantas Polda Sumut juga merekomendasikan penyediaan kantong parkir tambahan di Simpang Tele dan layanan shuttle bus bagi pengunjung.

Selain itu, parkir di badan dan bahu jalan sepanjang Simpang Tele – Pangururan akan dilarang, dan parkir on-street di Jalan Desa Sosordolok akan dijadikan alternatif.

Sementara Dishub Sumut akan memasang mobile Videotron di Simpang Tele dan Simpang Tano Ponggol, serta merekomendasikan agar pengelola wisata Menara Pandang Tele menyediakan informasi kepadatan pengunjung melalui website atau media sosial.

Baca Juga :  PCINU Suriah Meriahkan Peringatan Hari Santri Nasional 2024: Menggelorakan Semangat Kebangsaan di Negeri Syam

Dishub Sumut merekomendasikan Pemkab Samosir supaya menerapkan tarif parkir progresif untuk mengatur durasi parkir dan menyediakan toilet portable di dekat loket masuk agar mengurangi pergerakan pejalan kaki yang menyeberang ke foodcourt.

“Untuk solusi jangka panjang, antisipasi jangka panjang, Pemkab perlu membangun Jembatan Penyeberangan Orang, untuk mengurangi konflik pejalan kaki dan kendaraan yang melintas,” tambah Agustinus.

Satlantas Polres Samosir juga akan menyediakan mobil derek guna mengatasi kemacetan akibat kendaraan mogok yang sering terjadi akibat overheat mesin.

Dengan strategi ini, diharapkan arus lalu lintas di kawasan wisata Menara Pandang Tele tetap lancar dan nyaman bagi pengunjung selama libur Lebaran 2025.

“Kami ingin memastikan wisatawan bisa menikmati libur Lebaran dengan nyaman. Oleh
karena itu, kami meminta masyarakat untuk mengikuti aturan lalu lintas dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan,” pungkas Agustinus. (*)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB