Produksi Mobil Thailand Kian Merosot, Apa Bisa Berdampak pada Krisis Ekonomi?

- Penulis

Kamis, 27 Maret 2025 - 05:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera Thailand di waktu senja (ilustrasi; pinterest)

Bendera Thailand di waktu senja (ilustrasi; pinterest)

SUARAMUDA, SEMARANGCNBC Indonesia (25/3/2025) merilis kondisi produksi mobil di Thailand yang turun 13,62% pada Februari dari tahun sebelumnya.

Media itu mengatakan, adanya penurunan produksi tersebut merupakan dampak penurunan penjualan domestik dan ekspor yang berkepanjangan.

Federasi Industri Thailand (FTI) menyebut situasi ini telah menekan produksi selama 19 bulan berturut-turut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melansir Reuters pada Selasa (25/3/2025), penurunan produksi mobil Thailand menjadi 115.487 unit.

Angka ini lebih kecil dari penurunan 24,63% secara tahunan pada bulan Januari.

Juru bicara divisi industri otomotif FTI, Surapong Paisitpattanapong, mengatakan angka yang kurang negatif pada bulan Februari belum menjadi tanda pemulihan.

Baca Juga :  Amerika Serikat Jujur, Ternyata Tak Mampu Cegat Rudal Hipersonik Rusia–China

“Karena angkanya sangat negatif dan tingkat penolakan pinjaman mobil masih tinggi, “ungkap Surapong.

“Kita harus menunggu dan melihat pada bulan Maret untuk gambaran yang lebih jelas,” ujarnya.

Surapong menambahkan bahwa ada lebih banyak hari kerja pada bulan Februari dibandingkan pada bulan Januari.

Penjualan mobil domestik turun 6,68% pada Februari dari tahun sebelumnya menjadi 49.313 unit, setelah turun 12,26% pada bulan sebelumnya.

Penjualan terbebani oleh pengetatan pinjaman mobil, khususnya untuk truk pikap, karena tingginya utang rumah tangga, menurut federasi tersebut.

Thailand adalah pusat produksi mobil terbesar di Asia Tenggara.

Baca Juga :  Denis Manturov Pimpin Delegasi Rusia ke Indonesia, Perkuat Kerja Sama Indonesia-Rusia

Negeri ini menjadi basis ekspor bagi beberapa produsen mobil terkemuka dunia, termasuk Toyota dan Honda.

Ekspor turun 8,34% pada bulan Februari dari tahun sebelumnya menjadi 81.323 unit setelah turun 28,13% pada bulan sebelumnya.

Ini terutama karena meningkatnya persaingan dari merek mobil China dan kontrol emisi di beberapa negara.

Sebenarnya federasi telah memperkirakan produksi mobil akan naik 2% tahun ini setelah turun 20% pada tahun 2024.

Tahun lalu adalah produksi terendah dalam empat tahun terakhir.

Perlu diketahui, PDB Thailand di Desember 2024 tercatat 0,4%. Angka ini melemah dari sebelumnya kuartal sebelumnya 1,2%. (Red/ CNBC)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Milisi Kurdi Serang Garda Revolusi Iran, Teheran Mulai Diserang dari Dalam?
Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!
Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air
Rusia Buru Bos Telegram!
76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan
Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan
Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata
Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:40 WIB

Milisi Kurdi Serang Garda Revolusi Iran, Teheran Mulai Diserang dari Dalam?

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:43 WIB

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:31 WIB

76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan

Berita Terbaru