Junta Militer Myanmar Ngamuk, Serang Klinik Darurat, 11 Nyawa Melayang

- Penulis

Selasa, 25 Maret 2025 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG – Di tengah komunitas Muslim ASEAN sedang menjalani piasa Ramadhan 2025, Myanmar justru disibukkan dengan peperangan.

Yap! Peperangan penguasa negara (junta militer) terhadap sipil yang memberontak terus berkecamuk hingga saat ini.

Dalam lapaoran CNN Indonesia, Selasa (25/3/2025) serangan udara junta Myanmar dipusatkan lada sebuah klinik darurat desa terpencil dan menewaskan 11 orang, termasuk seorang dokter dan istrinya.

Dilansir AFP, Senin (24/3), penduduk setempat mengatakan serangan udara pada Sabtu pagi menghantam desa Hnan Khar di wilayah barat Magway, di zona yang saat ini dikuasai oleh pasukan antikudeta.

Saksi mata dan seorang pria kedua dari daerah setempat mengatakan seorang dokter dan istrinya termasuk di antara 11 orang yang tewas ketika ledakan itu menghancurkan sebuah klinik darurat yang dibuka di sebuah rumah.

Baca Juga :  Semangat Santri Nusantara di Damaskus: Peran Ilmu dan Akhlak untuk Umat

“Militer menyerang lebih sering dengan serangan udara dalam beberapa bulan terakhir dan semua warga sipil sangat takut,” ujar penduduk setempat, yang tak mau disebutkan namanya.

Kudeta militer Myanmar yang meletus sejak tahun 2021 itu menjerumuskan negara itu ke dalam perang saudara.

Perang terus terjadi antara junta, gerilyawan antikudeta, dan kelompok etnis bersenjata yang terjebak dalam kebuntuan mematikan. (Red/ sumber: cnn indonesia)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB