Pancasila sebagai Landasan Terjadinya Polarisasi Atas Paham Kedaerahan

- Penulis

Jumat, 21 Maret 2025 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Razaan Berlianto Achady

Razaan Berlianto Achady

SUARAMUDA, SEMARANG — Kehidupan dalam kewarganearaan setiap hari mengalami dinamika sosial yang terus berubah-rubah.

Setiap daerah di Indonesia mempunyai keberagaman etnis dan budaya, yang mau tak mau turut mendasari berbagai pandangan kehidupan warga pada suatu kelompok yang ditempati.

Tak menutup kemugkinan setiap agama juga memiliki pandangan hidup yang berbeda dari pandangan agama yang ada dalam Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari ragamnya perbedaan yang memberikan peluang mengakibatkan polarisasi, maka Pancasila sudah sepatutnya digunakan dalam penguatan setiap elemen masyarakat seperti Prrogram P4.

Hal itu, terlebih masing-masing daerah dengan keanekaragaman kesukuan memiliki dasar etika dan moralitas untuk mengatur kehidupan bermasyarakat.

Dengan begitu, fenomena tersebut menghasilkan perbedaan yang mencolok terhadap suku-suku yang ada—yang juga masih memegang nilai-nilai luhur.

Jika masyarakat setiap kelompok ini memiliki pandangan yang berbeda dengan kelompok lain, ditambah dukungan teknologi yang canggih maka perbedaan pandangan tak urung terjadi.

Baca Juga :  Nindy Sukma Rilis Single Dangdut Koplo Berjudul "Tetep Bakoh"

Apalagi di Indonesia juga terdapat 6 agama resmi, yang juga rentan terciptanya gesekan kepentingan. Baik itu dibingkai dari sudut pandang perbedaan ajarannya atau yang lainnya.

Ilustrasi kesukuan yang ada di Indonesia (sumber: pinterest)

Kehidupan bersosial warga negara yang kini terlebih lebih dalam kehidupan media sosial didalam platfrom digital, banyak motif motif konten media sosial yang memprovokasi untuk menghilangkan perbedaan tentang konsep agama dalam kehidupan Masyarakat.

Itu merupakan salah satu bentuk pemicu dari konflik konflik sosial yang bisa membesar jika diabaikan secara terus menerus dan menimbulkan perpecahan dalam tatanan masyarakat.

Meski demikian, konflik dan gesekan baik antarsuku maupun agama dapat diminimalisir dengan baik. Indonesia sejak merdeka tahun 1945 memiliki pengalaman yang cukup terkait persatua dan kesatuan bangsa.

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Awali Tahun dengan Alhamdulillah, Astaghfirullah, dan Bismillah

Pancasila sebagai Landasan

Dengan dijadikan landasan utama, Pancasila tak lain adalah dasar untuk menggabungkan elemen-elemen konsep dari semua pandangan hidup sosial masyarakat dan konsep pandangan tentang keesaan dari Tuhan yang berbeda pada setiap agama.

Dalam konteks ini, nilai-nilai Pancasila sudah seyogiyanya disebar-luaskan terutama melalui pendidikan di lingkungan sekolah.

Hal itu didedikasi sebagai upaya membangun pemahaman akan persatuan dan kesatuan, termasuk di dalamnya mencegah terjadinya konflik sosial akibat adanya perbedaan antarkepentingan.

Pancasila sebagai landasan dalam membangun persatuan dan kesatuan bangsa paling tidak menghambat laju polarisasi yang mengarah pada konflik dan perpecahan bangsa.

Penulis: Razaan Berlianto Achady, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB