Dicurhati Soal Solar, Gubernur Ahmad Luthfi Upayakan SPBU Khusus Nelayan

- Penulis

Kamis, 13 Maret 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Ahmad Luthfi menerima aduan nelayan Cilacap. Rabu, 12/3/2025

Gubernur Ahmad Luthfi menerima aduan nelayan Cilacap. Rabu, 12/3/2025

Cilacap, SUARAMUDA
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terus berupaya untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah pesisir Jawa Tengah, baik di pesisir Utara maupun Selatan. Termasuk di antaranya mendekatkan layanan kepada nelayan untuk mendapatkan pasokan solar.

Upaya itu ia sampaikan langsung saat menanggapi curhatan perwakilan masyarakat nelayan saat acara Ngopi Barang Pak Luthfi (Ngopfi) yang digelar di Garasi Alat Berat PT Elcander Duta Sarana (EDS), Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Rabu 12/3/2025.

Mulanya, seorang perwakilan nelayan bernama Yoga menyampaikan bahwa nelayan di Cilacap iri dengan para petani yang banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Ia menjelaskan, setiap bulan nelayan di Cilacap kekurangan solar untuk kebutuhan melaut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mohon karena sebentar lagi bulan empat. Setiap bulan kami melaut sering kekurangan solar. Saya mewakili teman-teman nelayan minta tolong agar solar subsidi ditambah, karena sering sekali rebutan solar,” ujarnya saat berdialog dengan Ahmad Luthfi.

Tidak hanya itu, Yoga juga mengeluhkan kalau solar yang sering dipakai nelayan kualitasnya kurang baik. Akibatnya mesin kapal mudah rusak.

Baca Juga :  Ciptakan Pemerintahan Baik, Gubernur Ahmad Luthfi Sinergi dengan BPK

“Mumpung ada Pak Gubernur dan Bupati, ada dari Pertamina juga, tolong diperhatikan,” ungkapnya.

Mendengar curahan itu, Ahmad Luthfi langsung menanggapi. Ia mengatakan, solar subsidi memang harus dimaksimalkan tetapi penting juga untuk mendorong agar bagaimana nelayan ini berdaya. Pasalnya, hasil panen petani dan nelayan tidak bisa bersaing, sehingga ada kekurangan yang harus dieksplorasi.

“Solar itu merupakan prioritas kita. Solar bersubsidi itu kan kebijakan pemerintah, nanti akan kita cek ke lapangan apakah itu sudah tepat sasaran apa belum,” kata Luthfi.

Mantan Kapolda Jateng itu menyampaikan, pemerintah akan berupaya untuk membuat SPBU yang dekat dengan tempat-tempat di mana nelayan berada.

“Ada beberapa tempat yang memang SPBU-nya di tempat umum sehingga nelayan kita nyari solar itu di kota, itu kan salah. Jadi akan ada beberapa SPBU yang kita tempatkan di muara dan lain sebagainya. Petanya susah ada termasuk di wilayah kita,” jelasnya.

Selain masalah solar bagi nelayan, Luthfi juga menyerap aspirasi dari masyarakat di pesisir Cilacap lainnya. Ialah Sudarno, warga Desa Karangtawang, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, yang menyampaikan tentang pemanfaatan lahan seluas 18 hektare bekas tambak udang.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi: Tidak Ada yang Ditinggalkan dalam Pembangunan Daerah

Lahan itu diketahui milik TNI yang sebelumnya sempat dikelola oleh pengusaha udang namun saat ini terbengkalai.

“Dalam rangka ketahanan pangan, bolehkah lahan yang sementara ini belum dikelola itu bisa dimanfaatkan oleh para petani,” ucapnya kepada Ahmad Luthfi.

Mengenai hal ini, Ahmad Luthfi akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar lahan tersebut bisa digunakan menjadi lebih produktif. Khususnya agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

“Kalau itu milik Kodam, kami akan berkoordinasi dengan mereka,” kata Luthfi menanggapi.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan KKP telah memiliki program pemanfaatan tambak yang tidak terpakai.

Setidaknya untuk wilayah Jawa Tengah akan mendapatkan bantuan sekitar 15 ribu hektare pemanfaatan kembali tambak terbengkalai.

“Kami sudah koordinasi dengan kementerian untuk di Pantura dan daerah pantai lainnya di Jawa Tengah akan dibantu 15 hektare tambak tidak terpakai untuk dimanfaatkan ternak Nila Salim. Itu program pemerintah pusat,” tegas Luthfi. (*)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB