Tradisi Maslenitsa: Perayaan Musim Semi yang Penuh Warna di Rusia

- Penulis

Selasa, 4 Maret 2025 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MOSKOW — Maslenitsa adalah salah satu perayaan paling meriah dan dinanti-nantikan di Rusia.

Perayaan ini menandai perpisahan dengan musim dingin yang panjang dan dingin serta menyambut datangnya musim semi dengan penuh sukacita.

Maslenitsa bukan hanya sekadar festival, tetapi juga warisan budaya yang kaya akan sejarah, tradisi, dan makna spiritual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mari kita telusuri lebih dalam tentang asal-usul, cara perayaan, dan hal-hal menarik dari tradisi ini.

Sejarah Maslenitsa

Maslenitsa memiliki akar yang dalam dalam budaya Slavia kuno. Awalnya, perayaan ini adalah ritual pagan yang didedikasikan untuk menghormati matahari dan memohon kesuburan tanah.

Bangsa Slavia percaya bahwa dengan merayakan Maslenitsa, mereka dapat menyenangkan dewa-dewa agar memberikan panen yang melimpah di musim tanam yang akan datang.

Dengan masuknya agama Kristen ke Rusia pada abad ke-10, Maslenitsa diadaptasikan ke dalam kalender gereja.

 

Perayaan ini menjadi minggu terakhir sebelum dimulainya masa Prapaskah, yaitu periode puasa selama 40 hari sebelum Paskah.

Baca Juga :  Pembuat Kartun Nabi Muhammad Akhirnya Ditahan Otoritas Turki, Cek Selengkapnya!

Meskipun memiliki makna keagamaan, Maslenitsa tetap mempertahankan banyak elemen pagan, menjadikannya perayaan yang unik dan penuh warna.

Kapan Maslenitsa Dirayakan?

Maslenitsa dirayakan selama seminggu penuh, biasanya pada akhir Februari atau awal Maret. Tanggal pastinya bergantung pada kalender gereja Ortodoks Rusia, karena perayaan ini terkait dengan Paskah.

Minggu Maslenitsa berakhir pada “Minggu Pengampunan” (Proshchenie Voskresenye), yang merupakan hari terakhir sebelum Prapaskah dimulai.

Maslenitsa dirayakan dengan meriah di seluruh Rusia, dengan festival di seluruh kota di Rusia. Acara ini menarik ribuan pengunjung, baik lokal maupun turis asing.

Bagaimana Rakyat Rusia Merayakan Maslenitsa?

Perayaan Maslenitsa penuh dengan kegembiraan, ritual, dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Rakyat Rusia merayakan tradisi ini dengan pembuatan boneka Maslenitsa dari jerami dan kain. Boneka ini akan dibakar pada akhir perayaan.

Boneka Maslenitsa dibakar dalam api unggun besar, melambangkan perpisahan dengan musim dingin dan pemurnian diri.

Baca Juga :  Rombongan RI Batal Ikut Flotilla ke Gaza, Ada Apa?

Orang-orang juga mulai membuat blini (panekuk tipis khas Rusia), simbol utama Maslenitsa. Blini, panekuk tipis berbentuk bulat, adalah makanan utama Maslenitsa.

Bentuknya yang bulat dan warna keemasan melambangkan matahari, yang menjadi pusat perayaan ini.

Pada hari ini, orang-orang mengundang keluarga dan teman untuk menikmati blini dengan berbagai topping, seperti mentega, krim asam, kaviar, madu, atau selai.

Hari ini diisi dengan permainan dan hiburan, terutama untuk anak-anak dan kaum muda. Lomba dan pertunjukan sering diadakan di lapangan terbuka.

Maslenitsa adalah perayaan yang penuh makna dan kegembiraan, mencerminkan kekayaan budaya dan spiritualitas Rusia.

Dari blini yang lezat hingga ritual pembakaran boneka, setiap elemen perayaan ini memiliki cerita dan simbolisme tersendiri.

Melalui Maslenitsa, rakyat Rusia tidak hanya merayakan perubahan musim, tetapi juga menjaga warisan budaya mereka yang berharga.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan kehangatan dan keramahan Rusia, Maslenitsa adalah momen yang sempurna untuk dikunjungi dan dirayakan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 39 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB