17 Juta Masyarakat Indonesis Nunggak BPJS Kesehatan, Kenapa?

- Penulis

Rabu, 12 Februari 2025 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar; Pinterest

Gambar; Pinterest

SUARAMUDA, SEMARANG — Jumlah peserta BPJS Kesehatan yang menunggak iuran mencapai lebih dari 17 juta orang. Jumlah ini meningkat dari catatan pada 2023 silam yang sebesar 16,6 juta jiwa.

Direktur Utama BPJS Kesehatan mengatakan, jumlah penunggak iuran ini merupakan bagian dari total lebih dari 50 juta orang yang BPJS Kesehatanan-nya sudah tidak aktif dari total peserta BPJS Kesehatan mencapai 278,09 juta orang.

“Mengenai yang nunggak-nunggak, untuk diketahui, dari 50-an lebih juta orang yang tidak aktif, tidak semuanya itu nunggak, jadi yang nunggak itu sebetulnya secara total sekitar 17 jutaan,” kata Ghufron saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Jakarta, dikutip Rabu (12/2/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mayoritas dari peserta BPJS Kesehatan yang menunggak itu ialah peserta bukan penerima upah atau PBPU mencapai 14,8 juta jiwa. Peserta BPJS Kesehatan ini bekerja secara mandiri atau tidak mendapatkan gaji tetap dari perusahaan.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Lurr! Berikut Daftar Tol Gratis Saat Liburan Natal dan Tahun Baru 2025 di Sini!

Selain data para penunggak iuran, Ghufron mengatakan, BPJS Kesehtaan mencatat adanya orang-orang yang mulanya masuk ke dalam kategori Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), namun kini tak lagi mendapatkan jatah PBI dari pemerintah, jumlahnya 18,6 juta jiwa.

“PBI JK yang dinonaktifkan sesuai SK Mensos itu ada 18,6 jua jiwa, dalam hal ini BPJS pengguna juga jadi kami tidak menentukan sesorang ini miskin atau bukan miskin, diaktifkan atau tidak diaktifkan, itu bukan BPJS,” kata Ghufron.

Menurut Ghufron, bagi para peserta BPJS yang tidak lagi aktif itu, sudah diberikan pemberitahuan melalui berbagai saluran informasi, salah satunya informasi langsung lewat aplikasi Whatsapp. “Lebih dari 48 juta jiwa kita WA nih,” tegas Ghufron.

Baca Juga :  Di KTT G20 Prabowo, Jinping dan Biden Bertemu: Bahas Apa ya?

“Jadi kita kasih tahu PBPU Pemda yang di non aktifkan itu 11 juta ini kan ada Pemda beberapa apalagi ada pemotongan anggaran, beberapa kesulitan,” tuturnya.

Sementara itu, untuk peserta yang masuk golongan Pekerja Penerima Upah atau PPU BPJS Kesehatan yang statusnya tidak aktif, baik karena berhenti bekerja ataupun adanya status anak usia di luar tanggungan, jumlahnya mencapai 10 juta.

“Perlu diketahui ya, bahwa non aktif yang 50 juta lebih itu bukan berarti dia tidak bisa akses, kalau kemudian dia kasih tahu ke BPJS, lalu BPJS kontak ke pemda, nah pemdanya kalau itu istilahnya non cut off hari itu langsung aktif, itu yang masyarakat tidak tahu,” ucap Ghufron. (Red)

*** artikel ini bersumber dari CNBC Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB