Kenapa Setiap Momen Imlek, Selalu Hujan? Oh, Ternyata Begini Jawabannya ….

- Penulis

Kamis, 30 Januari 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bocah bermain saat musim hujan/ ilustrasi: pinterest

Bocah bermain saat musim hujan/ ilustrasi: pinterest

SUARAMUDA, SEMARANG – Puncak Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili di Indonesia jatuh pada Rabu (29 Januari 2025) kemarin. Tapi seperti yang hampir selalu terjadi, perayaan Imlek di Indonesia selalu identik dengan hujan.

Sebab, hujan di saat Tahun Baru Imlek diyakini akan membawa keberkahan dan keberuntungan yang melimpah.

Lantas apakah hujan di saat Imlek adalah kebetulan, pertanda, atau memang ada penjelasannya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir dari CNBC, Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ida Pramuwardani menyampaikan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan, hujan saat Imlek berkaitan dengan perayaan Tahun Baru itu sendiri.

Dia menerangkan, hujan yang turun saat Tahun Baru Imlek terjadi karena perayaan ini memang bertepatan dengan musim hujan di Indonesia.

“Pada bulan-bulan tersebut, Indonesia berada dalam puncak musim hujan, yang biasanya ditandai dengan curah hujan yang cukup tinggi,” ujar Ida.

Ida juga menjelaskan, hujan di Januari-Februari disebabkan karena pola angin Monsun Asia yang membawa udara basah dari Benua Asia dan Samudera Pasifik ke wilayah Indonesia melalui angin baratan.

Angin Monsun Asia adalah angin yang bertiup dari arah barat menuju timur, dari Benua Asia bertekanan tinggi ke Benua Australia bertekanan rendah.

Baca Juga :  Dari Luhut Hingga Mayor Teddy, Inilah Harta Kekayaan Pejabat Setingkat Menteri Kabinet Merah Putih

“Oleh karena itu, meskipun Imlek sendiri tidak memengaruhi cuaca, potensi hujan di Indonesia saat perayaan tersebut cukup tinggi, mengingat periode tersebut memang berada di tengah musim hujan,” terang Ida.

Hal ini memperkuat pernyataan Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto.

Dia mengatakan, sistem penanggalan Imlek menggunakan kalender lunar-solar, yakni menggabungkan antara kalender Matahari dan Bulan.

Penggabungan kalender ini membuat perayaan Tahun Baru Imlek selalu jatuh bertepatan di bulan Januari-Februari.

Nah, di saat bersamaan, pada bulan-bulan sebagian wilayah Indonesia tengah mengalami puncak musim hujan.

BMKG sendiri telah merilis prospek cuaca mingguan di sejumlah wilayah Indonesia yang bertepatan pada rentang tanggal merah tersebut.

Menurut laporan BMKG, prakiraan cuaca pada periode 25-30 Januari 2025 di Indonesia akan diguyur hujan ringan.

Sementara, hujan dengan intensitas sedang-kencang akan terjadi di sejumlah wilayah lainnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat disertai petir.

Jalan licin juga perlu diwaspadai sepanjang musim hujan yang masih mengguyur RI.

Baca Juga :  Forum Musyawarah Pondok Pesantren: Tingkatkan Literasi Turost dan Nalar Kritis Santri Melalui Bahtsul Masail

Siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan longsor juga perlu diwaspadai lantaran bisa terjadi kapan saja.

Kata Tokoh Tionghoa

Menurut beberapa tokoh Tionghoa, hujan di Tahun Baru Imlek kemungkinan hanya terjadi di Indonesia.

Oleh karena itu, mengaitkan hujan sebagai pertanda keberkahan jika turun di Tahun Baru Imlek merupakan kearifan lokal Tanah Air.

Di negara lain seperti China dan mayoritas negara di Eropa tidak memiliki musim hujan. Di belahan dunia itu, perayaan Tahun Baru Imlek justru sedang turun salju.

Masyarakat Tionghoa mengartikan hujan bukan menjadi sebuah rintangan di saat Imlek.

Imlek di Indonesia memang jatuh bertepatan dengan cuaca di Indonesia yang sedang memasuki musim penghujan.

Mereka percaya jika hujan saat Imlek dapat membawa keberuntungan dan kemakmuran.

Warga Tionghoa meyakini semakin banyak hujan turun, maka semakin banyak keberuntungan yang akan mereka dapatkan.

Hal ini merupakan pertanda baik untuk mengawali Tahun Baru Imlek. Dengan demikian, hujan saat Imlek bagi masyarakat Tionghoa adalah pembawa keberkahan bagi hidup mereka. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB