Kritik Bagi Aktivis Mahasiswa, Para Pengkhianat Idealisme

- Penulis

Rabu, 29 Januari 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muammal Farizal, aktivis BEM, Mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Muammal Farizal, aktivis BEM, Mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Oleh: Muammal Farizal *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Sebuah keresahan yang di utarakan oleh salah satu Menlu BEM Medica Farma Husada Mataram 2024, terhadap aktivis yang berhianat pada idealisme. Ia menggadaikan idealisme demi kepentingan pribadinya, miris!

Jadi, kita perlu kembali mengingat kembali perkataan Bung Hatta. Bahwa, mahasiswa adalah hati dan pikiran massa rakyat; yang menjadi pondasi moral keberpihakan mahasiswa sebagai kaum intelektual dari segala bentuk pengkhianatan, penyelewengan dan ketidakadilan yang dialami masyarakat atas arogansi kekuasaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkataaan itu, setidaknya menjadi alasan penting akan hadirnya gelombang perlawanan kawan-kawan mahasiswa.

Mereka (mahasiswa) harus keluar dari arus kepentingan para elit dan sekaligua melihat persoalan secara objektif sebelum mengambil langkah dengan menempatkan kepentingan rakyat sebagai kulminasi intelektualitas yang diperjuangkan.

Baca Juga :  Dari Peace Making ke Peace Building: Tantangan Diplomasi ASEAN dalam Konflik Thailand-Kamboja

Tak heran jika acap kali gerakan mahasiswa dibuat pecah atau tidak solid dengan menghalalkan segala cara.

Beasiswa S2 gratis, uang, juga jaminan kehidupan di masa mendatang dalam bentuk apapun menjadi azimat pemikat bagi mereka yang ‘lemah syahwat’ dalam gerakan. Dan sialnya, sebagian besar terpikat.

Semakin banyak massa aksi semakin banyak pula yang akan adinda dapatkan, kiranya demikian hitung-hitungan dalam ilmu penjualan gerakan.

Peduli setan soal mereka yang dirampas haknya atas tanah, haknya atas air, hingga haknya atas hidup, asal bisa ‘makan siang ‘dengan para elit sudah lebih dari cukup.

Obral idealisme dengan sepucuk ‘angpao merah’ yang hilir mudik dilingkaran para pemuka organisasi atau gerakan sudah tidak asing lagi.

Baca Juga :  Wajarkah Jika Jokowi dan Prabowo Dukung Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng?

Barang tentu tragedi kemanusiaan yang terjadi dibelahan Indonesia lainnya menjadi kabar baik yang membelalakan mata bagi gerombokan semacam ini.

Berteriak di atas mobil komando sambil menebar syair-syair suci Tuhan tentang surga dan neraka, namun setelah mendapat panggilan dari si surga untuk bertemu maka tinggallah si “neraka”.

Iman kemanusiaan harus dipegang sampai mati, nak! Demikianlah mantra terakhir dari seorang petani tua ketika mengantarkan anaknya yang hendak berangkat menuju rumah peradaban (kampus). Bukan tidak mungkin! (Red)

*) Penulis: Muammal Farizal, aktivis BEM, Mahasiswa Politeknik Medica Farma Husada Mataram

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB