Byuhhhhh!!! ‘Jangan Coba-coba Kritik’ Luhut: Nanti Kamu Dianggap Cerewet!

- Penulis

Kamis, 16 Januari 2025 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta semua pihak bekerja sama dalam menghadapi masalah dan tantangan.

Malansir detik.com, konteks pembicaraan dia adalah saat membahas isu industri kesehatan nasional hingga persoalan di e-katalog.

Luhut lalu menyindir para pengkritik yang dinilainya terlalu cerewet tanpa berbasiskan data yang akurat. Ia yakin pemerintah bisa bekerja dengan baik sebab sudah terbukti saat masa Pandemi COVID-19.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya misalnya di e-katalog ada anomali harga, bagaimana kita memperbaiki, kita semua kerja. COVID yang begitu sulit saja kita bisa kerja kok, apalagi dalam keadaan tenang begini,” ujarnya dalam Munas ASPAKI Tahun 2025 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (15/1/2025) kemarin.

Baca Juga :  Gerakan Rp1.000 Sehari: Dedi Mulyadi Ajak Warga Jabar Gotong Royong Lewat “Rereongan Poe Ibu"

“Yang penting jangan terlalu banyak cerewet. Terutama pengamat-pengamat terlalu cerewet saja, nggak ada datanya yang jelas, ribut saja. Jadi kita duduk dulu, lihat,” tegas Luhut.

Ia juga menyindir orang yang kerap melontarkan kritik meskipun dulunya bekerja di pemerintahan.

Luhut lalu mengakui tidak ada pekerjaan yang sempurna, namun bukan berarti hal itu harus terus diributkan.

“Itu kita perlu kritik. Tapi kalau kritik-kritik yang nggak jelas itu kadang-kadang saya suka lihat orang ini dulu pernah di pemerintah, waktu di pemerintah kau kerja apa? Terus kau ribut gitu. Jadi jangan terlalu cepat-cepat ribut, kerjakan saja. Kalau mau sempurna ya di surga nanti sempurna. Kita masih di dunia ini ya sudah lah kita kerjakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Hampir 2.000 Korban Keracunan dalam 3 Hari, JPPI Desak MBG Dimoratorium dan Kasus Diproses Hukum

Pada kesempatan itu Luhut menyatakan dukungannya agar industri alat kesehatan nasional dapat tumbuh. Dengan begitu Indonesia tidak perlu mengimpor alat-alat kesehatan yang bahan dasarnya tersedia di Indonesia.

“Sehingga industri yang dibuat itu sampai jarum suntik lah, sampai kepada jarum apa aja lah semua. Kita punya nikel kok, punya stainless steel. Orang lain impor barang kita, nanti kita impor lagi dari dia. Itu kan pekerjaan yang tidak benar,” tutupnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB