Diskusi “Humanitarian Islam” di PBNU Bahas Pendekatan Agama untuk Perdamaian Timur Tengah

- Penulis

Sabtu, 23 November 2024 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Narasumber Diskusi “Humanitarian Islam dan Pendekatan Agama terhadap Perdamaian di Timur Tengah” di Gedung PBNU Jakarta. Jum'at, 22/11/2024.

Narasumber Diskusi “Humanitarian Islam dan Pendekatan Agama terhadap Perdamaian di Timur Tengah” di Gedung PBNU Jakarta. Jum'at, 22/11/2024.

Jakarta, SUARAMUDA
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Nahdlatul Ulama atau NU memiliki potensi besar dalam ikhtiar mengatasi konflik di Timur Tengah.

“Bahwa NU telah berperan aktif di berbagai forum Global guna menyuarakan perdamaian dunia, mulai dari Konferensi Islam Asia Afrika pada 1965 hingga kerjasama pada G20 melalui platform Religion of Twenty (R20),” kata Luhut.

Luhut menyampaikan hal itu pada saat menjadi keynot speaker pada diskusi panel yang bertajuk ‘Humanitarian Islam dan Pendekatan Agama terhadap perdamaian di Timur Tengah’ yang digelar gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lantai 8 Jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat pada Jumat 22/11/2024.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini menilai dengan anggota lebih dari 100 juta NU telah mencapai 18 kali lipat dari Ikhwanul Muslimin di Mesir.

“Dengan demikian, NU memiliki kekuatan politik yang besar termasuk dalam penentuan arah politik nasional dan internasional,” katanya dalam siaran pers YouTube TVNU, diakses SuaraMuda. Sabtu (23/11).

Luhut juga memaparkan bahwa konflik Timur Tengah berpotensi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan target pembangunan lainnya.

Ekspor, katanya, berpotensi menurun akibat perlambatan ekonomi dunia impor meningkat seiring peningkatan harga komoditas terutama minyak.

“NU dibawah kepemimpinan Gus Yahya, harus berperan besar, Gus Yahya diatas ada yang lain mendukung. Kelemahan kita kadang-kadang melihat kekurangan orang. Siapa yang tidak kurang, sepanjang dia manusia pasti ada kekurangannya,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa NU telah melakukan berbagai hal untuk perdamaian dunia.

Menurutnya Forum R20 semacam awal dari gerakan NU menuju perdamaian dunia melalui pendekatan Humanitarian Islam, tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga di seluruh dunia.

“Kami sudah melakukan hubungan dengan berbagai pihak, kami punya kontak dengan Afrika Barat, Afrika Selatan, Amerika Selatan, Amerika Serikat, Eropa, Vatikan dan lainnya,” ucap Gus Yahya.

Ini semua terus menjadi pergulatan bersama bagi jaringan ini dan merupakan rangkaian upaya yang berkelanjutan, misalnya tadi sudah dijelaskan bahwa sekarang kita punya 7 kelompok kerja yang berkaitan dengan masalah yang relevan dengan agama dan perdamaian soal prinsip bersama, tandasnya.

Diskusi ini diselenggarakan atas kerja sama antara PBNU dan Institute for Humanitarian Islam. Institute yang pimpin oleh H Yaqut Cholil Qoumas tersebut, merupakan platform yang fokus pada isu-isu kemanusiaan dengan cakupan perdamaian, pendidikan, ekonomi, dan politik global.

Acara diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya Prof. Franz Magnis Suseno, Pendeta Martin Sinaga dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Muhsin Syihab dari Kementerian Luar Negeri, serta Holland C. Taylor dari Center for Strategic and Countering Violent Extremism (CSCV).

Baca Juga :  Hangat dan Penuh Keakraban: Dubes Baru RI Sambut WNI di Pakistan dalam Warung Konsuler
Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air
Rusia Buru Bos Telegram!
76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan
Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan
Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata
Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:43 WIB

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:31 WIB

76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan

Senin, 27 Juli 2026 - 23:34 WIB

Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata

Senin, 27 Juli 2026 - 08:04 WIB

Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB

Logo Telegram. Gambar: Freepik

KILAS GLOBAL

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:43 WIB