Merancang Laba dengan Cerdas: Peran Krusial Akuntansi Manajemen dalam Keberlangsungan Bisnis

- Penulis

Selasa, 26 November 2024 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Shinta Puspitasari*)

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG — Banyaknya perusahaan di Indonesia, baik yang baru berdiri maupun yang telah lama beroperasi, seringkali menghadapi kerugian yang berkelanjutan meskipun suatu perusahaan tersebut memiliki produk yang bagus juga brand dikenal.

Lalu, sebenarnya apa yang menjadi penyebab suatu perusahaan mengalami kerugian secara terus-menerus bahkan terjadi bertahun-tahun? Apakah ketidakmampuan perusahaan dalam merencanakan laba dengan baik?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nyatanya banyak perusahaan yang mengalami kerugian secara terus-menerus. Kerugian keberlanjutan ini seringkali menjadi momok bagi banyak perusahaan. Jika dianalisis, fenomena ini sering terjadi dikarenakan kurangnya strategi yang matang, terutama dalam hal perencanaan laba.

Perusahaan mungkin sudah memiliki produk unggulan dan pasar yang cukup luas, namun bisa saja mereka gagal dalam hal mengelola biaya, menetapkan harga yang kompetitif, dan merencanakan laba yang sesuai dengan kondisi pasar.

Tanpa perencanaan yang baik, perusahaan tidak hanya kehilangan peluang untuk meningkatkan profitabilitas, tetapi dapat terjebak dalam siklus kerugian yang berlarut-larut, bahkan berisiko menghadapi kebangkrutan.

Studi Kasus Krakatau Steel

Dalam studi kasus PT Krakatau Steel, masalah yang pelik dan terjadi pada perusahaan baja plat merah ini mencatatkan kerugian selama tujuh tahun dan banyak utang jangka pendek. Sedangkan Krakatau Steel adalah perusahaan baja terbesar di Indonesia.

Perusahaan ini menghadapi kerugian finansial yang berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir. Meski memiliki potensi yang besar sebagai penyedia baja untuk berbagai sektor industri, nyatanya terus mengalami kerugian. Salah satu faktor yang tidak bisa diabaikan adalah kurangnya perencanaan laba yang efektif, yang sering kali menjadi akar dari masalah keuangan perusahaan.

Baca Juga :  Urgensi dan Tata Kelola Pembiayaan Pendidikan dalam Perspektif Perencanaan Wilayah Kota

Direktur Utama Krakatau Steel, Purwono Widodo, mengungkapkan bahwa penyebab Krakatau Steel rugi bertahun-tahun adalah masih tingginya beban keuangan senilai USD9,62 juta atau setara Rp2 triliun dan rugi selisih kurs senilai USD9,62 juta atau setara Rp148,48 miliar (ipotnews.com).

selain masih tingginya beban keuangan perusahaan juga terdapat aksi korporasi divestasi saham beberapa anak usaha di Subholding Krakatau.

Selain itu, adanya kerusakan fasilitas produk untuk memproduksi produk utama menyebabkan tidak beroperasinya pabrik Hot Strip Mill 1 yang merupakan penghasil utama produk Hot Rolled Coil (HRC) yang berdampak pada penurunan produksi dan pendapatan.

Langkah yang mungkin bisa ditempuh

Dari permasalahan tersebut sebaiknya perusahaan perlu melakukan perencanaan anggaran baik itu anggaran penjualan, anggaran pembelian bahan baku, anggaran produksi dan lainnya sehingga perusahaan telah memiliki strategi atau rancangan kedepannya.

Perusahaan juga perlu melakukan penetapan target laba yang realistis dengan menetapkan target berdasarkan proyeksi pendapatan, pengurangan biaya, dan optimalisasi kapasitas produksi.

Di sini, peran akuntansi manajemen sangat penting dalam membantu Krakatau Steel dalam mengatasi kerugian dengan menyediakan data keuangan dan operasional yang relevan untuk pengambilan keputusan.

Melalui analisis biaya, perhitungan titik impas, dan pengendalian anggaran, akuntansi manajemen membantu manajemen memahami area mana yang membutuhkan efisiensi, produk mana yang paling menguntungkan, serta strategi apa yang dapat meningkatkan laba.

Dari permasalahan tersebut Krakatau Steel telah berupaya menekan biaya hingga 6% menjadi USD125,33 juta (pada 2023) dan berhasil melakukan restrukturisasi dan menurun tingkat utangnya di tahun 2023 sebesar 10% dari USD2,61 miliar menjadi USD2,35 miliar.

Baca Juga :  Mengungkap Hakikat Keimanan Sejati: Mengurai Hikmah Moral Surah Al-Hujurat Ayat 14 dan 15

Krakatau steel juga terus berupaya untuk mempertahankan pencapaian kinerja yang terlihat dari arus kas perseroan yang masih dapat dijaga untuk tetap positif (tvonenews.com).

Langkah yang ditempuh Krakatau Steel yakni dengan berupaya menekan biaya usaha dan melakukan restrukturisasi. Alhasil, dapat menurunkan tingkat utangnya pada 2023.

Permasalahan tersebut juga berhubungan dengan manajemen keuangan, akuntansi manajemen yang baik, serta perencanaan laba yang matang.

Perencanaan laba sendiri memiliki hubungan yang erat dengan keberhasilan PT Krakatau Steel dalam menurunkan tingkat utangnya, yaitu dengan menentukan target keuangan.

Perencanaan laba sendiri dapat membantu Krakatau Steel dalam menetapkan target laba yang jelas berdasarkan analisis pendapatan, biaya, dan pengeluaran. Perencanaan laba juga mendorong pengelolaan biaya yang lebih baik.

Jadi apakah perencanaan laba dapat membantu perusahaan keluar dari permasalahan yang tengah dihadapi?

Iya, perencanaan laba dapat membantu perusahaan untuk bisa keluar dari masalah yang dihadapi apalagi terkait dengan keuangan.

Perencanaan laba ini dapat membantu perusahaan dalam mengendalikan biaya perusahaan dapat mengetahui biaya yang perlu ditekan tanpa mengorbankan kualitas.

Dengan perencanaan laba, perusahaan bisa menentukan strategi untuk meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya, dan mengelola arus kas secara efisien. PT Krakatau Steel sendiri, bisa mengurangi tingkat utang yang telah terjadi selama bertahun-tahun.

Melalui perencanaan laba yang matang, perusahaan dapat memastikan kelangsungan bisnis sekaligus meningkatkan daya saing. (Red)

*) Shinta Puspitasari, mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Semarang

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjinakkan Api, Membiarkan Asap: Normalisasi Bencana Kebakaran dan Bom Waktu Kesehatan Perkotaan
Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:55 WIB

Menjinakkan Api, Membiarkan Asap: Normalisasi Bencana Kebakaran dan Bom Waktu Kesehatan Perkotaan

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB