Tingkatkan Partisipasi Kelompok Rentan dalam Demokrasi, SETARA Institute Fasilitasi Workshop Komunikasi Strategis Bagi Koalisi ASPIRASI Sulsel

- Penulis

Kamis, 21 November 2024 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MAKASSAR — Belum optimalnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak kelompok rentan di Sulawesi Selatan masih menjadi ‘existing issue’ yang penting untuk terus diadvokasikan.

Selama ini, ruang yang menjembatani aspirasi kelompok rentan kepada negara masih sempit dan terbatas, sehingga aspirasi kebutuhan kelompok rentan belum tersalurkan dengan baik.

Di satu sisi, komunikasi strategis sebagai pendekatan dalam penyaluran aspirasi masih belum optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemampuan melakukan kampanye yang inklusif dan advokasi kebijakan yang berdampak menjadi pilar yang sangat penting untuk memastikan isu-isu kelompok rentan didengar, dipertimbangkan, dan diintegrasikan dalam pembangunan daerah.

Atas kebutuhan tersebut, SETARA Institute menyelenggarakan Workshop “Komunikasi Strategis untuk Peningkatan Partisipasi Kelompok Rentan dalam Demokrasi” di Kota Makassar selama 2 hari pada 19-20 November 2024.

Kegiatan ini diikuti oleh Koalisi ASPIRASI (Masyarakat Sipil untuk Transparansi, Inklusi dan Demokrasi) Sulawesi Selatan dan beberapa organisasi masyarakt sipil.

Baca Juga :  Usai Ikuti FGD SETARA Institute, Begini Respon Sekretaris FKUB Kota Semarang Syarif Hidayatullah

Organisasi itu adalah mereka fokus pada isu-isu kelompok rentan seperti perempuan, disabilitas, minoritas agama/kepercayaan, masyarakat adat, dan ragam gender.

Maka, secara spesifik kegiatan ini untuk membekali para peserta dengan keterampilan praktis dalam membuat konten-konten kampanye digital.

Selain itu, melatih mereka dalam menyusun kertas kebijakan sebagai bahan advokasi di ruang-ruang publik dan/atau advokasi kebijakan yang menyasar pada pemerintah.

Konsolidasi untuk “Tudang Sipulung”

Workshop juga dimaksudkan sebagai forum konsolidasi sebelum pelaksanaan “Tudang Sipulung” yakni “Merancang Demokrasi Inklusif: Menguatkan Suara Kelompok Rentan di Sulawesi Selatan” yang akan dilaksanakan pada 21 November 2024 mendatang.

Sedianya, acara itu nantinya akan mempertemukan para Calon Gubernur dengan Koalisi ASPIRASI Sulsel dan masyarakat Sulawesi Selatan secara publik.

Workshop ini adalah momentum produktif dengan dihasilkannya 4 (empat) konten kampanye dan draft rumusan kertas kebijakan tentang usulan langkah-langkah dalam memperkuat komitmen pemenuhan dan perlindungan hak-hak kelompok rentan.

Baca Juga :  Aliansi Pemuda Hindu Lombok Sukses Gelar Festival Layang-layang

1. Pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak masyarakat adat melalui akselerasi pembentukan kebijakan yang promotif terhadap pengakuan masyarakat adat beserta hak atas sumber daya alamnya;

2. ⁠Pemerintah memastikan tersedianya akses dan prasarana yang inklusif bagi penyandang disabilitas dalam momen Pilkada 2024;

3. Pemerintah berkomitmen memperkuat pendidikan, pemahaman, dan perspektif tentang kesetaraan gender di lingkunhan pendidikan, pemerintahan, dan institusi lainnya;

4. Pemerintah berkomitmen untuk menghapus kebijakan dikriminatif yang membatasi hak-hak kelompok rentan;

Rekomendasi-rekomendasi yang diusulkan peserta workshop nantinya akan disampaikan secara langsung kepada para Calon Gubernur Sulawesi Selatan saat pelaksanaan “Tudang Sipulung”.

Dengan demikian, isu-isu tentang kelompok rentan tidak hanya diperbincangkan dalam ruang publik.

Namun juga menjadi isu yang didengar dan dipertimbangkan oleh para calon gubernur sebagai isu yang akan diintegrasikan dalam program perencanaan daerah ketika calon gubernur terpilih nantinya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB