Larangan Study Tour Siswa di Jateng Jadi Bahan Debat Pilgub Hendi Vs Taj Yasin: So, What!?

- Penulis

Kamis, 21 November 2024 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Tak disangka, isu study tour sekolah rupanya menjadi bahan perdebatan dalam Debat Pilgub Jateng 2024, yang bertempat di Gedung Muladi Dome, Universitas Diponegoro Semarang, Rabu (20/11/2024) malam.

Cawagub nomor urut 1, Hendrar Prihadi (Hendi), bertanya kepada cawagub Jateng nomor urut 2, Taj Yasin Maimoen, terkait larangan study tour bagi siswa SMA/SMK Jateng.

Namun pertanyaan Hendi ditanggapi Taj Yasin yang menilai pertanyaan Hendi itu tendensius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terima kasih Mas Hendi yang saya sayangi. Dari awal sampai sekarang Mas Hendi selalu bertanya, kok rasa-rasanya tendensius terus ya?” kata Yasin, pasangan Ahmad Luthfi, paslon 2.

Suasana Debat pamungkas Pilgub Jateng 2024 di Gedung Muladi Dome Universitas Diponegoro Semarang, Rabu (20/11/2024)

Taj Yasin kemudian menyampaikan jika pertanyaan itu dijawab akan ada yang tidak enak. Oleh karenanya, Taj Yasin memilih tak menjawab pertanyaan Hendi tersebut.

Baca Juga :  PDIP Jateng Tetap Perkasa! "Solo Fighter" dan Dikeroyok 15 Partai Tapi Masih Unggul 40% Suara: Kok Jadi Ingat Sama Hasil Analis Politik Undip, ya?

“Seandainya saya jawab ini juga nggak baik, seperti wakil gubernur tadi sudah disampaikan Mas Hendi akan memberikan masukan kepada gubernur, itu pun saya sudah melakukan. Sehingga mohon maaf Mas kalau saya jawab ini juga nanti akan ada yang tidak enak di antara kita, karena kita semua sahabat,” ucap Taj Yasin.

Meski begitu, dia menjawab pokok permasalahan yang diutarakan Hendi terkait larangan study tour tersebut.

Lalu, Apa?

Menurutnya, yang dilarang bukan study tour, tapi pungutan-pungutan yang dilarang dalam undang-undang maupun Perda, tapi dilakukan oleh stakeholder pendidikan.

“Bahwa sekolah-sekolah swasta diperbolehkan kok Mas melakukan study tour, sehingga nanti regulasinya saja yang diatur, bagaimana kesepakatan antara guru, antara murid, antara stakeholder yang ada di pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Luthfi-Yasin Usung Program Petani Milenial Gajian dan Kang Jalal untuk Majukan Jawa Tengah

Lalu, Hendi menanggapai, dengan membantah jika pernyataannya itu disebut tendensius. Ia pun lantas meminta maaf kepada Taj Yasin.

“Waduh Pak Kiai saya marah, mohon maaf saya nggak pernah tendensius ke panjenengan, saya hormat sama panjenengan. Tapi begini Gus, tinggal dijawab saja, ke depan saya begini begitu,” kata Hendi.

“Pengalaman adalah guru yang terbaik. Bagaimana study tour itu bisa diberlakukan asalkan tidak ada yang merasa terpaksa dan tidak ada pungutan liar, ” ujar mantan Wali Kota Semarang itu. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB