Di Balik Pelatihan dan Sertifikasi, Ada Upaya Dishub Sumut Buat Tekan Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api

- Penulis

Kamis, 21 November 2024 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MEDAN – Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara (Dishub Sumut) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dan sertifikasi Petugas Penjaga Pintu Perlintasan Kereta Api.

Kegiatan ini berlangsung dari 18 hingga 23 November 2024 dengan melibatkan 35 peserta dari enam kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Kegiatan yang dilakukan dalam upaya meningkatkan keselamatan sekaligus menekan angka kecelakaan di perlintasan kereta api ini terselenggara atas kerja sama antara Dinas Perhubungan Sumut, Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun, dan Balai Pengujian Sumber Daya Manusia Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi penjaga lintasan kereta api

Adapun kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yaitu BPSDM Sumut dan Kantor PT KAI Divre I Sumut, dengan sistem pembelajaran hybrid yang mencakup teori melalui Zoom Meeting serta praktik lapangan.

Kadishub Sumut, Dr. Agustinus Panjaitan, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk mengurangi angka kecelakaan di perlintasan kereta api.

“Lebih dari setengah dari total 3.693 perlintasan kereta api di Sumut belum terjaga. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk meningkatkan keselamatan diperlintasan KA,” ujarnya, Rabu (20/11/2024).

Baca Juga :  Unit Saber Pungli Wonogiri Gelar Sosialisasi ke SD dan SMP: Tanamkan Jiwa Antikorupsi Sejak Dini

Pelatihan ini mencakup materi seperti regulasi perkeretaapian, teknik komunikasi dengan pengguna jalan, serta penanganan situasi darurat.

Peserta juga akan mengikuti ujian kompetensi pada akhir kegiatan. Peserta yang berasal dari Kota Medan, Binjai, Tanjung Balai, serta Kabupaten Deli Serdang, Asahan, dan Batu Bara ini dibiayai dari berbagai sumber, termasuk APBD provinsi dan kabupaten/kota.

Dr. Agustinus mengatakan, bimbingan teknis ini merupakan bagian integral dari usaha menjaga keselamatan di lintasan perkeretaapian.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 24 Tahun 2023, setiap penjaga perlintasan kereta api diwajibkan mengikuti pelatihan penyegaran minimal sekali dalam dua tahun.

“Pelatihan ini penting untuk memastikan kompetensi para penjaga perlintasan tetap terjaga demi meminimalisasi risiko kecelakaan di lintasan sebidang,” jelasnya.

Dishub Sumut mencatat tren temperan (kejadian kereta api menabrak orang, hewan, atau kendaraan lain) yang mengkhawatirkan selama lima tahun terakhir.

Baca Juga :  Bukan Sekedar Naik-Turun Penumpang, Terminal Ikan Paus Binjai Bertransformasi Jadi Ruang Publik! Tunggu aja!

Pada 2018, sebanyak 39 kejadian temperan tercatat, dengan 6 korban jiwa, 6 luka berat, dan 18 luka ringan.

Situasi semakin buruk pada 2019, dengan 56 kejadian, 5 korban jiwa, 21 luka berat, dan 21 luka ringan.

Meskipun sempat turun pada 2020 dengan 32 kejadian, 4 korban jiwa, 7 luka berat, dan 22 luka ringan, angka tersebut tetap menunjukkan urgensi penanganan.

Pada 2021, tercatat 19 kejadian dengan 8 korban jiwa dan 13 luka ringan. Tren kembali naik pada 2022 dengan 37 kejadian, 10 korban jiwa, dan 16 luka berat.

Sementara pada 2023, ada 50 kejadian dengan 9 korban jiwa, 19 luka berat, dan 25 luka ringan.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi penjaga perlintasan sehingga dapat menekan angka kecelakaan.

“Kita tidak hanya berbicara soal tugas, tetapi juga tanggung jawab moral untuk melindungi masyarakat dari risiko kecelakaan di perlintasan kereta api,” pungkas Agustinus. (*)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB