China akan Bantu Pendanaan Makan Bergizi Gratis: Apa Kita Hutang Lagi?

- Penulis

Minggu, 17 November 2024 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto saat bersama Presiden China Xi Jinping/ foto: pinterest

Presiden RI Prabowo Subianto saat bersama Presiden China Xi Jinping/ foto: pinterest

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Membaca Tempo, Sabtu (16/11/2024) hati ini terasa miris. Betapa tidak, China dikabarkan akan membantu pendanaan Program Makan Siang Gratis. Jika iya, apakah pendanaan ini bersifat pinjaman?

Jika dicernati seksama, nampaknya asumsi itu bakal terjadi. Oleh karena, pengajar Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Peni Hanggarini menilai bahwa bantuan pendanaan yang akan diberikan China kepada Indonesia dalam program makan bergizi gratis berpotensi menjadi ancaman.

Pasalnya, menurut dia, utang bukan sekadar nominal yang harus dibayar, melainkan juga instrumen politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ancaman bisa berubah menjadi ancaman yang nyata dan itu butuh waktu. Masalahnya hanya terwujud dalam waktu singkat atau tidak,” kata Peni dalam diskusi yang disiarkan secara daring, Jumat, 15 November 2024.

Baca Juga :  Barter Politik Prabowo Vs Jinping: Antara Utang dan Kedaulatan

Peni berujar, utang dapat menjadi instrumen politik sebuah negara untuk memengaruhi negara lain. Ada kaitan erat antara ekonomi dan politik dalam konteks utang.

Ketika semakin menumpuk dan sulit dibayar, ia mengatakan utang dari China akan menjadi ancaman yang nyata.

Peni juga mengatakan ancaman akibat utang dapat bersifat spillover atau merambah ke ancaman-ancaman lainnya.

Ia mencontohkan, utang yang awalnya hanya dianggap sebagai beban ekonomi yang besar lama-lama dapat menjadi ancaman dalam konteks keamanan atau human security.

Baca Juga :  Kreativitas Sekolah Vianney dalam Acara Open House 2024

“Berbagai dimensinya nanti akan saling terkait. Kita tidak bisa memandang remeh utang,” ucapnya.

Untuk diketahui, dukungan dana dari pemerintah China merupakan hasil dari lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Negeri Panda itu pada Jumat sampai Ahad, 8-10 November 2024.

Kesepakatan itu dibacakan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pemerintah Indonesia dan pemerintah China yang disaksikan langsung oleh Prabowo dan Xi Jinping.

Selain China, Amerika Serikat (AS) juga disebut akan mendukung program Makan Bergizi Gratis dalam lawatan Prabowo ke negara itu pada Selasa, 12 November 2024. (Red)

Sumber: Tempo

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB