Tidak Banyak Yang Tahu, Bahwa Mbah Hasyim Asy’ari Itu Ahli Al-Qur’an dan Mbah Arwani Pernah Jadi Juri MTQ

- Penulis

Minggu, 10 November 2024 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para Narasumber Dialog Ilmu Qiraat dan Bedah Sanad Ulama Al-Qur'an Nusantara di PP Madinah Munawwarah, Banyumanik, Kota Semarang.

Para Narasumber Dialog Ilmu Qiraat dan Bedah Sanad Ulama Al-Qur'an Nusantara di PP Madinah Munawwarah, Banyumanik, Kota Semarang.

Semarang, SUARAMUDA
Tak banyak yang tahu bahwa KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), bukan hanya dikenal sebagai ulama nasionalis yang berjuang melawan penjajah, tetapi juga seorang ahli Al-Qur’an.

Hal ini diungkapkan oleh peneliti sanad Al-Qur’an Nusantara, Abid Muaffan, dalam acara Dialog Ilmu Qiraat dan Bedah Sanad Ulama Al-Qur’an Nusantara yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Kota Semarang di Ponpes Madinah Munawwarah, Sabtu (9/11/2024).

Gus Abid menjelaskan bahwa KH. Hasyim Asy’ari ini dikenal sebagai ulama ahli hadits yang hafal Kutubus Sittah.

“Menurut guru saya, mustahil jika seorang ahli hadits yang hafal ribuan hadist dari matan dan sanadnya kok tidak hafal Al-Qur’an. Dan, fakta ini terbukti dengan temuan kami,” ujarnya.

Gus Abid menambahkan, dirinya banyak menemukan fakta dalam perjalanan menelusuri silsilah keguruan atau sanad ulama ahli Al-Qur’an di Mesir maupun di Indonesia dan sekitarnya.

Dalam penelusurannya, Gus Abid menemukan bahwa Kiai Hasyim di Mesir tercatat sebagai muqri’ atau ahli qiraat. Dan juga mengajarkan ilmu tajwid berbagai madzhab kepada KH Muhammad Arwani Amin dari Kudus, sosok lain yang dikenal luas di kalangan ulama Al-Qur’an.

“Mbah Arwani bahkan mengawali proses belajar ilmu tajwid dengan Mbah Hasyim sebelum melanjutkan dengan KH Munawir Krapyak Yogyakarta. Sosok Mbah Arwani ini pernah mau diambil sebagai menantu dari Mbah Hasyim dan Mbah Munawir, namun tidak diperkenankan dari keluarganya,” tambahnya.

Berkah dari penolakan itu ada Pondok Yanbu’ul Qur’an di Kudus, dan pada akhirnya Mbah Hasyim juga punya cucu mantu yang bisa melanjutkan cita-cita beliau untuk mengembangkan ilmu Al Qur’an yang sekarang ini ada Pesantren Madrosatul Qur’an di Jombang, jelasnya.

Baca Juga :  Penjabat (Pj) Bupati Jepara Ingatkan Petinggi Agar Bersikap Netral dalam Pilkada 2024
Peserta Dialog Ilmu Qiraat dan Bedah Sanad Ulama Al-Qur’an Nusantara

Sementara itu, Ketua PC JQHNU Kota Semarang, Ahmad Rifqi Hidayat Al Hafidz mengungkapkan target dan tujuan dirinya selama satu periode kepemimpinan dalam menahkodai organisasi para ahli dan pecinta Al Qur’an.

“Secara umum kegiatan yang kita lakukan berorientasi pada pendidikan Al Qur’an, terutama untuk mengajak tertib membaca sesuai aturan kaidah yang sudah diajarkan para guru ahli Al Qur’an di pesantren,” ujar Gus Rifqi.

Oleh karena itu, kami selalu berusaha untuk menghadirkan narasumber yang kompeten dan berpengaruh agar para santri mengikuti aturan madzhab bacaan atau madzhab qiraat. Pada kesempatan ini, kami hadirkan Gus Ibad untuk turut mendampingi Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, ulama Al-Qur’an dan Rois Majlis Ilmi PP JQHNU, lanjutnya.

Pada kesempatan sebelumnya, JQHNU juga mengundang juara MTQ nasional seperti Ust. Mas’ud Shahat dan Ustazah Durrotul Muqoffa yang menjadi juara dalam cabang Tahfizhul Qur’an, untuk menginspirasi para santri. Bertempat di gedung Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gunungpati Kota Semarang (2/11/2024).

Dalam kesempatan itu, Katib Majlis Ilmi JQHNU Kota Semarang Dr KH Abdul Rozaq, Al Hafidz mengungkapkan bahwa KH. Muhammad Arwani Amin, dikenal sebagai sosok yang pernah menjadi juri dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

“Kiai Arwani Kudus dikenal suka melarang santrinya mengikuti kompetisi MTQ, dan fakta ini jarang diketahui oleh publik. Larangan tersebut muncul akibat tekanan politik masa Orde Baru terhadap NU. Kiai Arwani kemudian mendelegasikan urusan penjurian kepada KH Abdullah Umar dari Kauman, Semarang,” ucap dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang ini.

KH Abdul Rozaq juga menambahkan bahwa pada masa awal penyelenggaraan, MTQ sebenarnya diprakarsai oleh JQHNU. Namun, kemudian diambil alih pemerintah dan dikembangkan melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).

Acara ini menjadi salah satu upaya JQHNU untuk menjaga nilai-nilai tradisi dan ilmu Al-Qur’an dari para ulama terdahulu.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Wacana, FORPELA Dorong Perempuan Semarang Jadi Garda Depan Toleransi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 21 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB