Bikin ‘Deg-degan’, Gus Nadir Tantang Santri Indonesia Jadi Generasi Pembawa Harapan

- Penulis

Rabu, 6 November 2024 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, DAMASKUS, SURIAH – Webinar bertajuk “Jangan Cuma Bangga Jadi Santri, Tapi Jadilah Santri yang Membanggakan” yang diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Suriah menjadi salah satu kegiatan yang menarik untuk disimak.

Apalagi, webinar tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2024. Dan kerennya lagi, webinar yang berlangsung pada Sabtu (2/12024) pukul 15.00 waktu Suriah ini mengundang Prof. Dr. H. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A. (Hons), Ph.D., yakni seorang akademisi sekaligus dosen tetap Hukum Syariah Islam di Melbourne University.

Jelas, ratusan peserta asyik mengikuti acara yang berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal YouTube Langitan TV ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka tertarik joint, lantaran acara ini didedikasi untuk memperkuat identitas santri sebagai generasi yang teguh menjaga keseimbangan nilai agama dan kehidupan sosial.

Bertindak sebagai moderator, Adzani Wildan dari Lembaga Bahtsul Masa’il PCINU Suriah, membuka acara dengan memperkenalkan Gus Nadir, sapaan akrab Prof. Dr. H. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A. (Hons), Ph.D. Adzani, sang moderator pun mengurai pengalaman Gus Nadir, yang kini menyandang ‘gelar’ cendekiawan Nahdlatul Ulama dan meniti karier akademik di Australia.

Momen webinar yang digelar PCINU Suriah dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2024, Sabtu (2/12024)

Usai dikenalkan, Gus Nadir langsung menyampaikan pemaparannya. Ia menyoroti tantangan bagi santri era digital, menekankan perlunya santri untuk tidak hanya bangga berstatus santri, tetapi juga mampu memberikan kebanggaan melalui kontribusi nyata.

Baca Juga :  Semangat Santri Nusantara di Damaskus: Peran Ilmu dan Akhlak untuk Umat

Gus Nadir juga menggarisbawahi peran santri perlu melampaui sekadar ceramah atau aktivitas media sosial, dan lebih menitikberatkan pada pencapaian akademik dan pengaruh positif bagi masyarakat.

“Harapan besarnya, akan ada dari kalian yang kelak menjadi Syekh Wahbah Zuhaili baru, Syekh Ali Jum’ah selanjutnya, juga Gus Dur dan Prof. Quraish Shihab yang dikenal dengan keilmuannya. Jadi bukan hanya sebagai selebgram di media sosial,” ujarnya, memotivasi santri untuk bercita-cita tinggi.

Gus Nadir juga mengkritik praktik pengajian yang sering kali monoton dan monolog, yang menurutnya kurang menarik minat generasi muda.

Untuk menjawab tantangan ini, ia menawarkan solusi agar santri muda mengemas pengajian dengan lebih menarik, simpel, dan universal, sehingga bisa menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin secara lebih efektif.

Diskusi Mahasiswa Antar Negara

Webinar semakin menarik dengan sesi tanya jawab yang penuh antusiasme, di mana peserta tak ragu mengajukan pertanyaan yang beragam, semuanya dijawab dengan cermat dan apik oleh Gus Nadir.

Melalui webinar ini, PCINU Suriah berupaya menciptakan ruang diskusi bagi santri dan masyarakat Indonesia yang tersebar di berbagai negara.

Baca Juga :  Sah! Kini OJK Telah Menerbitkan Ijin Bank Syariah Muhammadiyah, Akankah Dibuka Untuk Umum?

Rangkaian webinar kali ini merupakan acara kedua dari empat rangkaian seminar yang akan berlanjut hingga puncak peringatan pada 15 November 2024 mendatang.

Selain membahas isu nasional, webinar ini juga berupaya mengeksplorasi keterkaitan isu-isu strategis Indonesia dengan dinamika internasional, terutama dalam visi Indonesia Emas 2045.

Sesi diskusi dalam webinar yang digelar PCINU Suriah dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2024, Sabtu (2/12024)

Sebelum menutup acara, Gus Nadir menyampaikan pesan mendalam kepada para santri agar mempersiapkan diri menghadapi zaman yang terus berubah.

“Siapkan diri kita, jangan cuma bangga menjadi santri, jadilah santri yang membanggakan. Pahami perkembangan zaman ini dan terus upgrade diri kita. Semakin kita meningkatkan kualitas diri, semakin kita akan menemukan posisi yang tepat untuk berkontribusi bagi umat,” pesannya.

Sebagai penutup, moderator Adzani menyampaikan kata penutup untuk menumbuhkan semangat para peserta.

“Santri adalah benteng umat. Meski tantangan zaman semakin berat, kita tetap berdiri teguh di bawah kerudung dan peci. Dari Australia hingga Damaskus, semangat santri tak pernah padam. Mari kita bangga menjadi santri yang membanggakan, “ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, PCINU Suriah berharap santri dapat terus berkembang dan menjadi agen perubahan di manapun mereka berada, baik di tanah air maupun di mancanegara. (Red)

Penulis: Adzani Wildan & Muhammad Setia (Nahdliyin PCINU Suriah)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soliditas Pramuka Tasikmalaya Warnai Parade Batik Sukapura, Dukung Hari Jadi ke-394
Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045
IAILM Suryalaya Istiqamah Cetak Pembina Pramuka Berkarakter Lewat KMD dan KML
Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak
GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna
Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan
Madrasah Ramah Anak! MIN 9 Langkat Hadirkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bebas Bullying
Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:28 WIB

Soliditas Pramuka Tasikmalaya Warnai Parade Batik Sukapura, Dukung Hari Jadi ke-394

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:07 WIB

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:02 WIB

IAILM Suryalaya Istiqamah Cetak Pembina Pramuka Berkarakter Lewat KMD dan KML

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:53 WIB

GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:28 WIB

Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan

Berita Terbaru