Wajarkah Jika Jokowi dan Prabowo Dukung Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng?

- Penulis

Selasa, 29 Oktober 2024 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Wahid Abdulrahman*)

SUARAMUDA, SEMARANG – Dukungan Presiden Jokowi dan calon Presiden Prabowo Subianto terhadap pasangan calon (paslon) Ahmad Luthfi dan Gus Yasin di Pilgub Jawa Tengah dinilai sebagai langkah yang wajar.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, pemerintahan daerah memang diharapkan dapat bersinergi dengan agenda nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maka, pilihan Jokowi dan Prabowo terhadap pasangan yang dianggap memiliki kedekatan dan visi sejalan dengan pemerintah pusat bukanlah hal mengejutkan.

Bahwa dalam perspektif Undang-Undang Pemerintahan Daerah, pemerintah provinsi memang diharapkan menjadi mitra strategis pusat dalam mengimplementasikan pembangunan.

Dengan memilih sosok seperti Luthfi-Yasin, yang mendapat dukungan besar dari Koalisi Indonesia Maju, Jokowi dan Prabowo tampaknya tengah memprioritaskan stabilitas politik dan keberlanjutan pembangunan di Jawa Tengah.

Yang menarik, Jokowi memiliki kedekatan lama dengan Ahmad Luthfi. Hubungan ini dimulai ketika Luthfi menjabat Kapolresta Solo saat Jokowi masih menjadi Walikota Solo. Kedekatan tersebut menjadi modal politik yang kuat bagi Luthfi-Yasin, selain dukungan koalisi besar dari 16 partai dengan 87 kursi di DPRD Jateng.

Baca Juga :  Secercah Harapan Terealisasinya Program Kapal Tol Laut dan Kapal Perintis pada Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Perbatasan

Sebuah basis politik yang solid ini memungkinkan mereka untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat.

Jawa Tengah, bagi Jokowi, bukan sekadar wilayah administratif tetapi juga “tanah kelahiran” politiknya. Dimulai dari Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga dua periode sebagai Presiden RI, rekam jejak politik Jokowi tumbuh di tanah Jawa Tengah.

Setelah selesai menjalankan tugas negara, Jokowi pun kembali ke Solo, menandakan ikatan emosionalnya dengan provinsi ini. Maka, sangat mungkin bagi Jokowi untuk menginginkan figur pemimpin yang sejalan untuk menjaga kesinambungan agendanya di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Soal Wacana Wapres Gibran Berkantor di Papua, Apa Pendapatmu?

Penting juga dicatat, dalam demokrasi, setiap orang, termasuk Jokowi yang kini sudah purna tugas, memiliki hak yang sama untuk memberikan dukungan. Menurut Wahid, keterlibatan Jokowi dalam mengampanyekan pasangan calon seperti Luthfi-Yasin merupakan hal yang sah.

Apalagi, dari hasil survei, pengaruh Jokowi terbukti bisa meningkatkan elektabilitas pasangan yang didukungnya. Kehadirannya di tengah masyarakat dapat memperkuat jaringan relawan yang loyal, sekaligus konsolidasi dukungan di akar rumput yang berdampak signifikan pada tingkat elektabilitas.

Secara keseluruhan, dukungan Jokowi dan Prabowo terhadap Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng adalah bagian dari upaya politik yang logis dan wajar. Dukungan ini mencerminkan keinginan agar pembangunan yang telah dirintis selama dua periode dapat berlanjut dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Tengah.

*Pengamat Politik dari Universitas Diponegoro, Wahid Abdulrahman

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum
Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata
Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal
Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital
Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian
Ekonomi Digital dan Masa Depan Bisnis di Era E-Commerce
Pasar Tidak Pernah Benar-Benar Bebas: Memahami Monopoli hingga Oligopsoni dalam Realitas Ekonomi Indonesia
Rencana Aksi Kendal: Menyuarakan Aspirasi atau Mengusung Kepentingan Politik?
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:34 WIB

Giliran Bayar Tak Boleh Telat, Giliran Listrik Mati Disuruh Maklum

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:23 WIB

Rupiah, Ekspor, dan Masa Depan Ekonomi Indonesia: Jangan Terjebak pada Angka Semata

Senin, 22 Juni 2026 - 17:22 WIB

Mencermati Dugaan Intervensi Politik di Balik Aksi Mahasiswa Kendal

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:34 WIB

Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dan Alat Pengambilan Keputusan di Era Digital

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:16 WIB

Pengaruh Nilai Guna Marjinal terhadap Perilaku Konsumen dan Keputusan Pembelian

Berita Terbaru