Pengamat Politik Evgeny Mikhailov: Indonesia Akan Untung Bila Gabung BRICS

- Penulis

Kamis, 24 Oktober 2024 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Politik Rusia Evgeny Mikhailov

Pengamat Politik Rusia Evgeny Mikhailov

SUARAMUDA, KAZAN, RUSIA — Para pemimpin negara-negara anggota satu per satu telah tiba di Kazan untuk menghadiri pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-16 yang sedikitnya akan dihadiri 22 kepala negara dan enam kepala organisasi internasional.

BRICS adalah aliansi ekonomi global selatan terbesar, termasuk ekonomi terbesar di dunia dengan beranggotakan Rusia, Brasil, India, China dan Afrika Selatan.

Pengamat Politik Rusia Evgeny Mikhailov menyampaikan ulasannya terkait potensi Indonesia untuk bergabung dalam BRICS. Ia percaya bahwa Indonesia akan memperoleh manfaat politik dan ekonomi yang sangat besar dari partisipasi dalam BRICS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ekonomi akan berkembang, akan ada lebih banyak peluang untuk jaminan sosial penduduk. Jika terjadi masalah, negara-negara peserta akan memberikan bantuan timbal balik skala besar, tanpa menuntut kewajiban hutang atau kewajiban untuk kerja sama militer sebagai imbalannya”, jelas Evgeny.

Baca Juga :  Pengamat Politik Rusia Perhitungkan Peran Indonesia dalam Perdamian Dunia

Evgeny menambahakan, kepesertaan di BRICS ini berbeda dengan praktik Amerika Serikat dan sekutunya, yang pertama-tama membantu dan kemudian memanfaatkan negara untuk keuntungan mereka.

“Dalam kerangka BRICS, tidak ada hubungan yang dipaksakan seperti yang dilakukan negara-negara Barat, seperti “metropolis-colony”. Kesetaraan berlaku di organisasi ini. Sistem pembayaran baru yang bebas dari tekanan AS sedang dikembangkan dan akan segera diadopsi, “ungkap Evgeny, dalam ulasan media lokal Kazan.

Ia juga menambahkan bahwa mata uang Dolar tidak akan menjadi satu-satunya alat pembayaran. Amerika tidak akan bisa menekan negara lain melalui sanksi.

Penyelesaian dalam mata uang nasional sudah dilakukan, dan satu mata uang mungkin akan diadopsi untuk pembayaran dalam kerangka asosiasi BRICS.

Topik ini sedang dibahas secara aktif. Rakyat dan Pemerintah Indonesia dapat melihat ke masa depan dengan percaya diri. Mereka dikelilingi oleh teman-temannya. Jika ada masalah, mereka selalu dapat diselesaikan melalui negosiasi.

Baca Juga :  Prabowo Nongol di KTT BRICS, Satu Forum dengan Putin dan Xi

Tidak ada yang akan menggunakan kekerasan. Setiap orang akan mempertimbangkan kepentingan nasional masing-masing.

Evgeny juga menambahkan bahwa BRICS akan menjadi penyeimbang yang tangguh terhadap tekanan blok Barat, yang ada hingga saat ini. Saat berinteraksi dengan negara-negara peserta, Indonesia tidak perlu takut dengan tekanan dari Barat.

“Itu akan selalu didukung oleh blok ekonomi dan politik yang kuat, seperti BRICS. BRICS adalah masa depan ruang global, ” ungkapnya, menambahkan.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-16 (Summit 2024) yang berlangsung di Kazan, Rusia mempertemukan 35 negara dan 22 pemimpin ekonomi terbesar di blok ekonomi tersebut.

Keputusan penting nantinya akan dibuat yang akan berdampak pada perdagangan dunia dan pengaruh politik berbagai kekuatan di kancah internasional. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB