Realisasikan Program Smart Farming, Wali Kota Semarang Tanam Bawang Merah Lokananta Joint dengan BRIN

- Penulis

Jumat, 20 September 2024 - 02:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA — Dilansir dari Viva.co.id, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu melakukan penanaman komoditas bawang merah unggulan jenis Lokananta di lahan Balai Benih Pertanian, di Kecamatan Mijen, Kamis (12/9/ 2024) pekan lalu.

Dalam artikelnya disebutkan, jenis bawang merah ini merupakan teknologi smart farming yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan menggandeng Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).

Wali Kota yang akrab disapa Mbak Ita menjelaskan jika penanaman bawang merah biasanya menggunakan benih dari umbi, sehingga dibutuhkan sampai 1 ton dengan biaya Rp 50 juta untuk lahan seluas satu hektar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, lanjut Mbak Ita, dengan menggunakan benih bawang merah dari biji dengan teknologi True Shallot Seed (TSS) ini, setidaknya hanya butuh 1 kilogram biji saja. Jika dinominalkan, menurut Mbak Ita, petani hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp 5 juta saja untuk satu hektar lahan.

Baca Juga :  Sambut Para Pastor ELCA, Muhammadiyah Bahas Isu Kemanusiaan di Palestina

“Bawang merah Lokananta ini merupakan produk dalam negeri dan menariknya juga bisa memberikan keuntungan bagi petani,” ujar Mbak Ita.

Dia menyebut, benih dengan TSS ini jelas harganya lebih murah dan mudah dalam penyemaian. Bahkan, BRIN memanfaatkan media tanamnya dari pemanfaatan sedimentasi Rawa Pening.

“Jelas lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan plastik,” tutur dia.

Menurutnya, inovasi penanaman bawang merah jenis Lokananta ini sekaligus menjadi upaya edukasi penanaman bawang merah kepada petani.

“Selama ini petani kesulitan, untuk modalnya saja butuh Rp 50 juta untuk satu hektar. Jadi tidak ekonomis dengan hasil yang diproduksi,” katanya.

Terlebih, kata Mbak Ita, masih banyak lahan luas yang bisa dimanfaatkan di Kecamatan Gunungpati dan Mijen. Bahkan jika dihitung bisa menghasilkan panen bawang merah 20 ton per hektar. “Dari kualitas maupun produksi pastinya lebih baik,” tutup Mbak Ita.

Sementara itu, Peneliti Utama BRIN, Forita Dyah Arianti menjelaskan jika bawang merah jenis Lokananta ini merupakan bibit unggulan yang bisa dikembangkan dan diproduksi di Kota Semarang.

Baca Juga :  'Wong Semarang' Boleh Bangga, Dong! Kabarnya Kabupaten Semarang Raih Peringkat 7 Kabupaten Paling Maju se-Indonesia Versi BRIN

Ia menyebut, petani bisa dengan mudah membudidayakan karena perawatannya tidak sulit atau sama dengan tanaman bawang merah pada umumnya.

Menurut Forita, petani cukup melakukan penyemaian menggunakan biji TSS di media tanam. Setidaknya butuh 35-40 hari hingga siap untuk pindah tanam.

Dia mengatakan, benih TSS (True Shallot Seed) ini lebih tahan terhadap hama dan perubahan iklim. Selain itu, penggunaaan mulsa, pupuk kandang, pupuk organik serta agensia hayati akan turut mendukung pertanian ramah lingkungan.

Teknologi ini, menurut Dia, adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menjaga kesuburan tanah. “Keuntungannya kebutuhan benih lebih sedikit dibanding dengan umbi. Benih lebih sehat dan hasil panen lebih besar dengan potensi hasil 20-25 ton per hektar,” jelas dia.(Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Desa Hilimbowo Punya Sekolah Lansia, Hari Tua Kini Makin Seru dan Produktif
Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045
Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak
GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna
Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan
Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia
Pemkab Aceh Selatan Percepat Usulan WPR, Sembilan Lokasi Disiapkan untuk Tambang Rakyat Legal
Jagatara Indonesia Siap Kawal Mas Dar Pimpin BGN, Soroti Tantangan Program MBG
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:44 WIB

Desa Hilimbowo Punya Sekolah Lansia, Hari Tua Kini Makin Seru dan Produktif

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:07 WIB

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:22 WIB

Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:53 WIB

GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:28 WIB

Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan

Berita Terbaru

LINTAS AKADEMIKA

Gerak Jalan MTs Muhammadiyah 20 Menongo Makin Solid Jelang HUT RI ke-81

Senin, 27 Jul 2026 - 22:27 WIB