Sisi Lain UNDIP: Digoyang Kasus Perundungan, Malah Sukses Pecahkan Rekor MURI ‘Tumpeng Nasi Jagung Lauk Ayam Nusantara Terbanyak’

- Penulis

Minggu, 15 September 2024 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Belakangan ini, perguruan tinggi ternama di Kota Semarang, Universitas Diponegoro (UNDIP) sempat menggegerkan khalayak ramai utamanya terkait kasus perundungan yang dilakukan oleh oknum pada Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi.

Dalam perkembangannya, Fakultas Kedokteran (FK) UNDIP bersama dengan pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi akhirnya meminta maaf atas kasus tersebut.

“Saya sampaikan hari ini, kami menyadari sepenuhnya menyampaikan dan mengakui bahwa di dalam sistem pendidikan Dokter Spesialis di internal kami terjadi praktek atau kasus perundungan dalam berbagai bentuk dan derajat dan hal,” kata Dekan FK Undip Yan Wisnu Prajoko saat konferensi pers di kampus FK Undip Tembalang Semarang, Jumat (13/9/2024) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan demikian kami memohon maaf kepada masyarakat, Kementerian Kesehatan, Kemendikbudristek dan kepada Komisi IX, Komisi X DPR RI, dimana masih ada kekurangan kami di dalam menjalankan proses pendidikan Dokter Spesialis,” ujarnya menambahkan.

Dugaan perundungan di PPDS Anestesi Undip mencuat setelah kematian dokter muda Aulia Risma Lestari di kamar kosnya Jalan Lempongsari, Semarang pada 12 Agustus 2024.

Baca Juga :  Di Ajang Final Asia Road Racing Championship 2024 Thailand, Para Rider Indonesia Kuasai Podium Race 1 AP250 dan UB150: Jos!

Aulia diduga mengakhiri hidupnya karena mendapat perundungan selama pendidikan di RSUP dr. Kariadi. Polisi kini tengah menyelidiki kasus dugaan perundungan tersebut.

Foto: undip.ac.id

Sukses Pecahkan Rekor MURI

Sejenak melupakan kasus perundungan tersebut, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) UNDIP belum lama ini sukses memecahkan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) dan Rekor Dunia dengan sajian tumpeng nasi jagung dengan lauk ayam Nusantara varian terbanyak.

Dilansir dari laman resmi undip.ac.id, sebanyak 60 resep lauk ayam khas Nusantara disajikan, lengkap dengan 1.964 porsi sayur bening. Rekor ini tidak hanya diakui sebagai Rekor Nasional, tetapi juga dikukuhkan sebagai Rekor Dunia.

Piagam penghargaan dan medali diserahkan kepada Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, SE, MSi, yang kemudian meneruskannya kepada Dekan FPP, Prof. Sugiharto, SPt, MSc, PhD. Prestasi ini merupakan salah satu bukti konkret dari dedikasi UNDIP dalam melestarikan dan mengembangkan kekayaan kuliner Nusantara.

Rektor dalam sambutannya menyampaikan kesan inspiratif atas pencapaian ini.

“Rekor ini bukan hanya sekadar pencapaian angka, tapi adalah bukti bahwa kolaborasi dan inovasi dapat menghasilkan prestasi yang luar biasa. UNDIP selalu berkomitmen untuk tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga pusat kreativitas yang mendukung pengembangan potensi lokal menjadi skala global. Semoga pencapaian ini menginspirasi kita semua untuk terus melangkah maju, memecahkan batas-batas, dan mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa,” ujarnya.

Baca Juga :  Mengapa Perjanjian Dagang Indonesia-Australia Tak Kunjung Disahkan?

Sementara itu, Prof. Sugiharto memberikan motivasi kepada para dosen dan mahasiswa kampus yang berlokasi di Tembalang Kota Semarang itu.

“Prestasi ini bukan hanya milik kami, tetapi hasil dari kerja keras seluruh dosen dan mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa ketika kita bersatu dan berinovasi, kita bisa mencapai apa pun. Kepada para dosen, mari terus memberikan yang terbaik bagi pengembangan ilmu dan inovasi di bidang kita. Kepada para mahasiswa, jadikan ini motivasi untuk terus belajar, berkreasi, dan membawa nama baik Fakultas dan UNDIP di tingkat yang lebih tinggi. Masa depan ada di tangan kalian, mari kita terus berjuang bersama, “bebernya.

Pencapaian ini diharapkan dapat memotivasi seluruh civitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik UNDIP ke tingkat yang lebih tinggi, baik di kancah nasional maupun Internasional. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB