Pemkot Pekalongan Dorong Kolaborasi Tingkatkan Kualitas Data Statistik Sektoral

- Penulis

Jumat, 2 Agustus 2024 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Data statistik menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan di berbagai sektoral, yang sangat menentukan keakuratan dan kesesuaian kebijakan yang dibangun.

Di sisi lain, data menjadi pijakan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan di masing-masing sektoral, agar sesuai, tepat sasaran, dan akurat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, pada acara Forum Group Discussion (FGD) Pembinaan Data Sektoral bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan dan OPD Pemkot Pekalongan, di Hotel Howard Johnson (Hojo) Pekalongan, Selasa (30/7/2024) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mas Aaf, sapaan akrab wali kota, ketersediaan data statistik yang berkualitas, sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan data setiap instansi. Sehingga, dapat mendukung optimalisasi perencanaan dan pembangunan Pemerintah Kota Pekalongan.

Oleh karena itu, ia menekankan adanya kolaborasi dan sinergi yang kuat antar-OPD sebagai produsen data, dalam menyajikan data sektoral.

“(Hasil) dari kegiatan ini bisa menjadi ilmu baru untuk para peserta FGD. Yang terpenting, adanya kerja sama dan kolaborasi yang terbangun, di mana BPS ini pasti membutuhkan data sektoral dari dinas-dinas terkait,”ucapnya.

Baca Juga :  Sangat Prihatin! 39 Daerah Tak Mampu Gaji PPPK

Wali kota meminta kepada OPD terkait agar data sektoral yang sudah ada ini dikembangkan ke sektor-sektor lain. Masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dilakukan OPD di Kota Pekalongan, baik itu terkait data sektoral perikanan, lingkungan hidup, dan lain-lain.

Ia pun mengajak seluruh pengelola data statistik sektoral di seluruh OPD Pemkot Pekalongan, untuk memiliki komitmen dalam menyediakan, pengumpulan data dengan baik, guna mengoptimalkan pengelolaan data statistik sektoral di Kota Batik.

“Sebagai contoh, data warga yang harus diberikan PKH, walaupun diusulkan dari pemkot, namun yang menyetujui dari Pemerintah Pusat. Sehingga, hal ini yang menjadi masalah. Pengelolaan data statistik sektoral ini harus dilakukan secara terintegrasi, sinergi, dan kolaborasi,” tuturnya.

Kepala BPS Kota Pekalongan, Rahyudin menambahkan, untuk mendapatkan data sektoral yang berkualitas, sumbernya harus relevan dan sesuai dengan kondisi terkini. Data harus akurat, mudah diakses, tepat waktu, mudah ditafsirkan, dan konsisten. Optimalisasi pengumpulan data harus dilakukan oleh sumber daya yang profesional, artinya memahami dan mengerti, jujur, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  PDIP Jateng Tetap Perkasa! "Solo Fighter" dan Dikeroyok 15 Partai Tapi Masih Unggul 40% Suara: Kok Jadi Ingat Sama Hasil Analis Politik Undip, ya?

“Kami memiliki tim pengelolaan data statistik sektoral, untuk mewujudkan Pekalongan Satu Data, yang di dalamnya ada OPD terkait seperti Bappeda sebagai sekretaris tim, Dinkominfo sebagai wali data, BPS selaku pembina data. Sementara, OPD terkait lainnya sebagai produsen data,” ungkapnya.

Rahyudin menegaskan, tidak semua data bisa disajikan (diekspos), karena data itu sifatnya berubah-ubah setiap tahun. Itulah mengapa diperlukan adanya pembinaan data sektoral.

Pihaknya berharap, para peserta kegiatan dapat memiliki pemahaman, bahwa statistik sektoral ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah, dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah dan tugas pembangunan, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

“Setiap OPD yang memerlukan kolaborasi data antarperangkat daerah, kemudian melakukan penyusunan data dan analisis data, dalam rangka menunjang perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan, ” ujarnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB