Good Job! Indeks Pembangunan Keluarga di Kabupaten Pekalongan Lampaui Target Nasional

- Penulis

Kamis, 1 Agustus 2024 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Indeks Pembangunan Keluarga di Kabupaten Pekalongan pada 2023, sebesar 62,56. Indeks yang ditopang oleh dimensi kemandirian, kebahagiaan, dan ketentraman keluarga tersebut menghasilkan indeks di atas target nasional yakni 56,29.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistiya Ediningsih, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan adanya komitmen yang luar biasa dari Pemkab Pekalongan terhadap Program Bangga Kencana dan Upaya Percepatan Penurunan Stunting.

Menurutnya, tingkat kelahiran penduduk di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2023 tercatat cukup ideal, yaitu 2,20.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Artinya ada penurunan yang sangat signifikan, sejak Program KB diluncurkan, yang sebelumnya perempuan yang menikah memiliki anak 5, 6, 7, hingga 8 anak,” beber Eka pada acara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tingkat Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Selasa (30/7/2024) lalu.

Selanjutnya, tingkat kelahiran yang ideal di Kabupaten Pekalongan juga didukung oleh pemakaian alat kontrasepsi modern yang cukup tinggi, yaitu 60,1 persen serta tingkat penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang, sebesar 17 persen.

Baca Juga :  Bukti Pinjol Lebih Disukai Warga RI! Orang Indonesia Paling Doyan Utang Pinjol Ketimbang Paylater, Nilainya Hampir Rp 85 Triliun

Meskipun begitu, tambahnya, pasangan usia subur yang tidak berniat memiliki anak lagi namun tidak menggunakan alat kontrasepsi mencapai 10 persen.

Terkait upaya penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan, Eka berharap, pemkab tidak terlalu memikirkan perbedaan angka prevalensi stunting antara aplikasi e-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) dan dengan Survei Kesehatan Indonesia (SKI).

Pada 2023, prevalensi stunting di Kabupaten Pekalongan yang tercatat di EPPGBM sebesar 11 persen, sedangkan SKI lebih dari 20 persen.

Eka juga mengapresiasi adanya Peringatan Hari Keluarga Nasional di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut, ujarnya, merupakan komitmen yang luar biasa dari para pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, dan keluarga dalam pembangunan keluarga.

“Kami juga mengapresiasi Pemkab Pekalongan dalam hal perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, yakni menjaga penduduk tumbuh seimbang dimana tingkat kelahiran saat ini pada angka 2,20,” jelasnya.

Survei hingga tingkat desa

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menyampaikan jajarannya telah melakukan survei hingga ke tingkat desa dan telah mendapatkan data valid terkait stunting.

Baca Juga :  Buntut Serangkaian Pencurian Motor Mahasiswa KKN di Lumajang, Kampus Tarik Ribuan Mahasiswa Demi Keselamatan

“Ada anak yang memang miskin, ada juga anak yang mampu akan tetapi gennya memang seperti itu, dan anak stunting yang sakit-sakitan,” katanya.

Data tersebut, menurut Fadia, menjadi dasar bagi penerapan program yang tepat sesuai kebutuhan dan penyebabnya. Contohnya, bagi anak stunting yang tidak mampu ada program pemberian modal usaha bagi orang tuanya juga bantuan makanan untuk anak.

“Jika orang tuanya mampu maka kita akan beri edukasi khusus tentang gizi, terutama untuk anak yang pertumbuhannya kurang cepat. Untuk edukasi ini akan kita berikan per kecamatan dan akan menghadirkan dokter,” jelasnya.

Fadia juga mengimbau para ibu hamil untuk rajin memeriksakan kondisi kesehatannya.

“Selain itu bagi ibu hamil untuk bisa mengecek kesehatannya lebih awal, sehingga jika ada masalah bisa dideteksi sejak dini dan bisa dicarikan solusi secepatnya,” terangnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Balon Wonosobo Disorot, Saat Ikon Budaya Bersinggungan dengan Program Politik
Daftar Calon Gubernur Bank Indonesia Pilihan Prabowo
Ronda Adat Manggarai Iringi Final KBCK Independen Cup, Gapura FC VS Langa FC
Kepala Daerah Pecah Kongsi, Wacana Pilkada Tanpa Wakil Kembali Mencuat
Empat Cabang Istimewa Desak PBNU Susun Peta Jalan Ekonomi Menuju Muktamar Ke-35
Yeww… Febrie Adriansyah Merasa Dikriminalisasi, Pakar Hukum: Buktikan di Pengadilan!
China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?
Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur, Kok Bisa?
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Festival Balon Wonosobo Disorot, Saat Ikon Budaya Bersinggungan dengan Program Politik

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Daftar Calon Gubernur Bank Indonesia Pilihan Prabowo

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Ronda Adat Manggarai Iringi Final KBCK Independen Cup, Gapura FC VS Langa FC

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Kepala Daerah Pecah Kongsi, Wacana Pilkada Tanpa Wakil Kembali Mencuat

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Empat Cabang Istimewa Desak PBNU Susun Peta Jalan Ekonomi Menuju Muktamar Ke-35

Berita Terbaru

KILAS GLOBAL

Ratusan Diaspora Indonesia di Tunisia Semarakkan HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:10 WIB