Kurban, Begini Tips Memilih Hewan Menurut Pakar Peternakan

- Penulis

Kamis, 13 Juni 2024 - 03:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA-Tak terasa, perayaan Hari Raya Idul Adha akan digelar oleh seluruh umat Islam di dunia, termasuk di Indonesia. Ada ketentuan berkurban bagi Muslim yang mampu. Meski begitu, bukan semua hewan dapat dijadikan kurban.

Dalam ajaran Islam, hewan yang dapat dijadikan kurban antara lain: kambing, sapi, kerbau, hingga unta. Namun umat Islam tak bisa asal menyembelih hewan kurban. Ada ketentuan yang harus diperhatikan agar niat untuk berkurban menjadi sah.

Menurut pakar peternakan, Panjono, syarat utama dalam memilih hewan kurban yang perlu menjadi perhatian adalah sehat dan tidak cacat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sapi yang sehat bisa dilihat dari penampilan fisik maupun tingkah lakunya,” ujar Panjono seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (16/5/2024).

Baca Juga :  Sosial Keagamaan Qurban

Dari fisik, misalnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut di antaranya:
– moncong segar, bersih, tidak berbuih, tidak berbau, dan tidak terlihat adanya luka;
– tracak kaki menyerupai tempurung kelapa tertelungkup;
– mata bersih dan tidak merah atau belekan;
– bokong dan anus juga bersih, tak ada tanda-tanda mencret.

“Kalau sapi mencret jelas itu tanda-tanda sakit,” terang Panjono, yang juga merupakan pengajar di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sementara dari tingkah laku, sapi yang sehat akan terlihat cukup aktif dan tidak lesu. Selain itu, nafsu makannya bagus dan menunjukkan aktivitas memamah biak.

Baca Juga :  Gempa 6,0 Guncang Poso, Warga Masani Panik dan Berduka

Panjono juga mengingatkan masyarakat atau panitia kurban agar bisa merawat dengan baik sapi kurban yang telah dibeli jauh hari. Masyarakat bisa menitipkan kepada peternak sapi setelah dibeli dari pasar atau pedagang hewan kurban.

“Jangan sampai setelah dibeli dan dipelihara, sapi justru menurun kondisi tubuhnya atau bahkan jatuh sakit,” urainya.

Meski sudah mereda, Panjono mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai penyakit mulut dan kuku (PMK) dan lumpy skin disease (LSD) pada hewan kurban.

“Keduanya merupakan dua jenis penyakit yang masih menjadi wabah,” pungkas Panjono. (dik)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB