Diaspora Indonesia di Tunisia Khidmat Ikuti Upacara HUT RI ke-81, Merah Putih Berkibar Jauh dari Tanah Air

Dari Tunis, diaspora Indonesia bersama mahasiswa dan KBRI Tunis merayakan HUT ke-81 RI dengan upacara khidmat, pemotongan tumpeng, dan pesan untuk terus menjaga persatuan serta berkontribusi bagi bangsa

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, TUNIS — Jarak ribuan kilometer dari Indonesia ternyata tak mampu memudarkan rasa cinta tanah air. Hal itu terlihat dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tunis, Tunisia, Senin (18/8/2026).

Masyarakat Indonesia yang tinggal di Tunisia, mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), serta jajaran Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis bersama-sama mengikuti rangkaian upacara pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih.

Upacara yang digelar di lingkungan Wisma KBRI Tunis itu berlangsung khidmat. Sejak persiapan hingga prosesi pengibaran bendera, suasana kebangsaan begitu terasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengucapan teks Proklamasi, pembacaan Pancasila, pengibaran Sang Merah Putih, hingga lantunan lagu Indonesia Raya seolah membawa para peserta sejenak kembali ke tanah air.

Bukan sekadar seremoni, upacara tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali semangat kebangsaan di tengah kehidupan sebagai diaspora.

Peringatan HUT ke-81 RI tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi pengingat tentang cita-cita Indonesia untuk terus memperkuat kedaulatan sekaligus menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Potong Tumpeng, Pesan Persatuan dari Tunis

Ada satu momen yang membuat rangkaian peringatan kemerdekaan kali ini semakin hangat, yakni pemotongan tumpeng.

Baca Juga :  Buntut Kebijakan Anti Imigran, Pengamat: Inggris Berhutang Banyak pada Migran India

Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, bersama sang istri secara simbolis memotong tumpeng. Potongan tersebut kemudian diberikan kepada sejumlah perwakilan, di antaranya anggota Paskibra, Ketua BPC Kairouan Tunisia, mahasiswa teladan, serta staf terbaik KBRI Tunis dari Indonesia dan Tunisia.

Tradisi tersebut bukan sekadar seremoni. Pemotongan tumpeng menjadi simbol kerukunan masyarakat Indonesia di perantauan sekaligus bentuk apresiasi kepada mereka yang dinilai telah memberikan kontribusi terbaik dan ikut membawa nama Indonesia di kancah internasional.

Dalam kesempatan itu, Zuhairi mengingatkan bahwa kemerdekaan merupakan anugerah sekaligus hasil perjuangan panjang para pahlawan.

“Kita patut bersyukur atas apa yang telah para pahlawan kita korbankan untuk meraih kemerdekaan ini, karena atas perjuangan mereka kita bisa menjadi bangsa yang berdaulat, berdikari dalam menentukan arah ekonomi kita ke depan.”

Ia juga mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam perjalanan bangsa.

“Saya mengingatkan kepada kalian, terkhususnya generasi muda, untuk selalu mengingat sejarah, menjaga perjuangan, serta mampu untuk bisa menjadi pihak yang turut membangun bangsa, dan bukan hanya menjadi penonton saja,” tegas Zuhairi.

Merah Putih Tetap Dekat, Meski Indonesia Jauh

Baca Juga :  Bisakah Dunia Arab Membendung Agresi Israel dengan Pakta Pertahanan Ala NATO?

Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan prosesi penurunan bendera pada sore hari. Sang Merah Putih diturunkan dengan penuh penghormatan dan kehati-hatian sebelum kembali disimpan.

Berakhirnya prosesi tersebut sekaligus menandai selesainya rangkaian utama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tunisia. Namun, bagi diaspora Indonesia, makna peringatan kemerdekaan tentu tidak berhenti ketika bendera diturunkan.

Jarak geografis dengan Indonesia justru menjadi pengingat bahwa identitas sebagai bangsa Indonesia tetap melekat, di mana pun kaki berpijak.

Kehadiran para pelajar dan mahasiswa Indonesia juga menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga identitas kebangsaan. Mereka bukan hanya peserta upacara, tetapi juga menjadi representasi Indonesia di lingkungan internasional.

Dari Tunis, pesan kemerdekaan kembali digaungkan: Indonesia bukan sekadar wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Indonesia juga merupakan identitas yang hidup dalam diri setiap anak bangsa, termasuk mereka yang sedang belajar, bekerja, dan mengabdi jauh dari tanah air.

Semangat kemerdekaan pun tak ikut turun bersama Sang Merah Putih. Ia dibawa pulang oleh setiap peserta untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari—dengan terus belajar, berkarya, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia. (Red)

 

Penulis : Muttaqin Hidayahtullah, mahasiswa Universite de Tunis El-Manar

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 27 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB