SUARAMUDA.NET, DEMAK— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang bersama ibu-ibu PKK Desa Pulosari menggelar workshop pembuatan spray anti nyamuk dan serangga berbahan dasar serai di Balai Desa Pulosari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memberikan solusi atas permasalahan banyaknya nyamuk di lingkungan desa sekaligus memanfaatkan potensi tanaman serai yang melimpah di Desa Pulosari. Workshop diikuti oleh mahasiswa KKN dan anggota PKK setempat.
Anggota KKN UIN Walisongo, Nikmatus Sania Maulida, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan alternatif pengendalian nyamuk yang mudah dibuat menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Workshop ini kami adakan sebagai alternatif solusi dari masalah nyamuk yang ada di Desa Pulosari. Kami memilih spray berbahan serai karena cara pembuatannya terbilang mudah dan serai sendiri banyak ditemukan di desa ini,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai bahaya nyamuk bagi kesehatan serta kandungan serai yang dapat membantu mengusir nyamuk. Setelah itu, peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan spray menggunakan serai, alkohol, air, dan kulit jeruk.
Menurut Nikmatus, seluruh bahan yang digunakan mudah diperoleh sehingga masyarakat dapat membuatnya secara mandiri di rumah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi acara simbolik, tetapi juga dapat memotivasi warga Desa Pulosari untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka,” katanya.
Ketua PKK Desa Pulosari, Nailis Saadah, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena cara membuatnya gampang dan bahannya juga mudah didapat. Ibu-ibu jadi tahu bahwa serai tidak hanya digunakan untuk memasak, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai spray anti nyamuk,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, sebelumnya masyarakat belum pernah mendapatkan pelatihan serupa. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh dalam workshop dapat disebarluaskan kembali kepada warga di tingkat RT.
“Sejauh ini belum pernah ada yang mengenalkan produk seperti ini di Desa Pulosari. Setelah mengikuti workshop, ibu-ibu bisa membagikan informasi dan praktik pembuatannya kepada warga lainnya,” tambahnya.
Nailis juga mengingatkan pentingnya memperhatikan takaran dan proses pencampuran bahan agar hasil spray tetap aman digunakan.
“Perbandingan alkohol dan air rebusan serai harus satu banding tiga. Selain itu, saat mencampurkan bahan harus menunggu air rebusan benar-benar dingin agar aman dan tidak menimbulkan risiko,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN dan PKK berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan serta mampu memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar mereka sebagai solusi sederhana dalam mengatasi gangguan nyamuk dan serangga. (Red)
Penulis : Dyas Ramadhan














Komentar