Dari Dapur ke Pengusir Nyamuk, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ajak Warga Pulosari Olah Serai Jadi Spray

Manfaatkan potensi serai yang melimpah, mahasiswa KKN UIN Walisongo bersama PKK Desa Pulosari berbagi cara membuat spray anti nyamuk sederhana dari bahan alami yang mudah ditemukan

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, DEMAK— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang bersama ibu-ibu PKK Desa Pulosari menggelar workshop pembuatan spray anti nyamuk dan serangga berbahan dasar serai di Balai Desa Pulosari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memberikan solusi atas permasalahan banyaknya nyamuk di lingkungan desa sekaligus memanfaatkan potensi tanaman serai yang melimpah di Desa Pulosari. Workshop diikuti oleh mahasiswa KKN dan anggota PKK setempat.

Anggota KKN UIN Walisongo, Nikmatus Sania Maulida, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan alternatif pengendalian nyamuk yang mudah dibuat menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Workshop ini kami adakan sebagai alternatif solusi dari masalah nyamuk yang ada di Desa Pulosari. Kami memilih spray berbahan serai karena cara pembuatannya terbilang mudah dan serai sendiri banyak ditemukan di desa ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Lewat Program 'Jejak Langkahku', TK A Santo Carolus Latih Fokus, Literasi Anak dan Motorik Kasar

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai bahaya nyamuk bagi kesehatan serta kandungan serai yang dapat membantu mengusir nyamuk. Setelah itu, peserta diajak mempraktikkan langsung proses pembuatan spray menggunakan serai, alkohol, air, dan kulit jeruk.

Menurut Nikmatus, seluruh bahan yang digunakan mudah diperoleh sehingga masyarakat dapat membuatnya secara mandiri di rumah.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi acara simbolik, tetapi juga dapat memotivasi warga Desa Pulosari untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka,” katanya.

Ketua PKK Desa Pulosari, Nailis Saadah, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena cara membuatnya gampang dan bahannya juga mudah didapat. Ibu-ibu jadi tahu bahwa serai tidak hanya digunakan untuk memasak, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai spray anti nyamuk,” tuturnya.

Baca Juga :  Harapan BEM FISIP UMRAH untuk Kota Tanjungpinang di Hari Jadi ke-242

Ia mengungkapkan, sebelumnya masyarakat belum pernah mendapatkan pelatihan serupa. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh dalam workshop dapat disebarluaskan kembali kepada warga di tingkat RT.

“Sejauh ini belum pernah ada yang mengenalkan produk seperti ini di Desa Pulosari. Setelah mengikuti workshop, ibu-ibu bisa membagikan informasi dan praktik pembuatannya kepada warga lainnya,” tambahnya.

Nailis juga mengingatkan pentingnya memperhatikan takaran dan proses pencampuran bahan agar hasil spray tetap aman digunakan.

“Perbandingan alkohol dan air rebusan serai harus satu banding tiga. Selain itu, saat mencampurkan bahan harus menunggu air rebusan benar-benar dingin agar aman dan tidak menimbulkan risiko,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN dan PKK berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan serta mampu memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar mereka sebagai solusi sederhana dalam mengatasi gangguan nyamuk dan serangga. (Red)

 

Penulis : Dyas Ramadhan

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 87 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB