Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur, Kok Bisa?

Meski dipersiapkan siap kerja, lulusan SMK justru mencatat tingkat pengangguran tertinggi. Masalahnya ternyata bukan sekadar kurangnya lowongan.

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi pelajar SMK/ sumber: Mecca Kayra

Foto ilustrasi pelajar SMK/ sumber: Mecca Kayra

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selama ini dikenal sebagai jalur pendidikan yang dirancang agar lulusannya siap langsung masuk dunia kerja. Namun, fakta terbaru justru menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK pada Mei 2026 mencapai 7,68 persen, tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.

Sebagai perbandingan, tingkat pengangguran lulusan SMA berada di angka 6,17 persen, lulusan perguruan tinggi 6,09 persen, sementara lulusan SD ke bawah hanya 2,31 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, kenapa lulusan yang seharusnya paling siap kerja justru paling banyak menganggur?

Bukan Fenomena Baru

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai persoalan ini bukan sesuatu yang baru. Menurutnya, masalah tersebut sudah berlangsung selama beberapa tahun dan menunjukkan adanya persoalan struktural di pasar tenaga kerja Indonesia.

Ia menjelaskan, akar masalahnya bukan semata-mata karena lapangan kerja sedikit, tetapi karena kompetensi lulusan SMK belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri.

Di sisi lain, struktur ekonomi Indonesia masih didominasi sektor informal dan pekerjaan berproduktivitas rendah yang tidak membutuhkan keterampilan khusus.

Akibatnya, lulusan dengan pendidikan rendah justru lebih cepat memperoleh pekerjaan karena lebih mudah masuk ke sektor tersebut.

Baca Juga :  Bloger dan Jurnalis Indonesia Rasakan Langsung 8 Hari Jadi Mahasiswa di Rusia

Lulusan SMK Lebih Selektif

Berbeda dengan lulusan SD atau SMP, lulusan SMK umumnya mencari pekerjaan formal yang sesuai dengan jurusan yang dipelajari serta menawarkan upah yang lebih baik.

Karena memiliki ekspektasi tersebut, mereka cenderung lebih selektif sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan pekerjaan.

Yusuf juga menilai program link and match antara sekolah vokasi dan dunia industri masih belum berjalan optimal. Di banyak daerah, kurikulum SMK dinilai belum mampu mengikuti perkembangan teknologi maupun kebutuhan perusahaan.

Selain itu, kualitas praktik kerja lapangan juga belum merata sehingga tidak semua lulusan memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan industri.

Industri Belum Banyak Menyerap Tenaga Kerja

Pandangan serupa disampaikan pengamat ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum mampu menciptakan cukup banyak pekerjaan formal bagi lulusan berkeahlian.

Meski ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen, sektor industri hanya menambah sekitar 9.000 tenaga kerja sepanjang Februari hingga Mei 2026.

Bahkan, komponen tenaga kerja dalam indeks bisnis manufaktur masih berada di bawah angka 50 yang menandakan perekrutan sedang mengalami kontraksi.

Sementara itu, lapangan kerja yang tumbuh justru banyak berasal dari sektor akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, pertanian, hingga jasa informal.

Baca Juga :  Mei 1998: Saat Mahasiswa Mengguncang Indonesia dan Menumbangkan Orde Baru

Artinya, banyak pekerjaan tersedia, tetapi tidak selalu sesuai dengan kompetensi lulusan SMK.

Pendidikan Harus Menyesuaikan Kebutuhan Industri

Para ekonom menilai pembenahan harus dilakukan dari dua sisi sekaligus, yakni pendidikan dan industri.

Di sektor pendidikan, pemerintah perlu memperkuat kerja sama antara SMK dan dunia usaha melalui penyusunan kurikulum bersama, program magang yang berkualitas, sertifikasi kompetensi, hingga pengembangan teaching factory.

Sementara dari sisi ekonomi, pemerintah didorong mempercepat industrialisasi, khususnya di sektor manufaktur berbasis teknologi, industri pengolahan, energi terbarukan, serta ekonomi hijau agar mampu menciptakan lebih banyak pekerjaan formal.

Selain keterampilan teknis, lulusan SMK juga dinilai perlu memperkuat soft skill, literasi digital, kemampuan beradaptasi, dan komunikasi agar lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.

Bukan Sekadar Mengurangi Pengangguran

Persoalan tingginya pengangguran lulusan SMK menunjukkan bahwa tantangan Indonesia bukan hanya menyediakan lebih banyak pekerjaan.

Yang lebih penting adalah menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, produktif, dan sesuai dengan kompetensi lulusan.

Selama pendidikan, kebutuhan industri, dan kebijakan ekonomi belum berjalan searah, lulusan SMK berpotensi terus menghadapi masa tunggu kerja yang lebih panjang meski telah dibekali keterampilan sejak di bangku sekolah. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Batang Makin Ngegas! Investasi Rp37,1 Triliun Bikin Daerah Ini Dijuluki ‘The New Shenzhen’
Collabs! FKUB Kota Semarang-FORPELA Gelar Dialog Perempuan Lintas Agama untuk Semarang yang Harmonis dan Inklusif
Peresmian Gedung Balaputradewa Perkuat Fasilitas Pendidikan Institut Nalanda
Janji Manis Purbaya: Ekonomi Tumbuh Dekati 6 Persen
Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?
Laili Abidah Jadikan Aspirasi Muslimat NU sebagai Dasar Perjuangkan Program Perempuan
PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi
MK Larang Dana Pendidikan Dipakai buat MBG, Tapi Berlaku Penuh Mulai 2028
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur, Kok Bisa?

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Batang Makin Ngegas! Investasi Rp37,1 Triliun Bikin Daerah Ini Dijuluki ‘The New Shenzhen’

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Collabs! FKUB Kota Semarang-FORPELA Gelar Dialog Perempuan Lintas Agama untuk Semarang yang Harmonis dan Inklusif

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Peresmian Gedung Balaputradewa Perkuat Fasilitas Pendidikan Institut Nalanda

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Janji Manis Purbaya: Ekonomi Tumbuh Dekati 6 Persen

Berita Terbaru

Foto ilustrasi pelajar SMK/ sumber: Mecca Kayra

KABAR NUSANTARA

Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur, Kok Bisa?

Jumat, 7 Agu 2026 - 11:52 WIB