SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Di tengah berbagai persoalan bangsa yang semakin kompleks, mulai dari krisis moral, menurunnya budaya literasi, hingga melemahnya keberpihakan mahasiswa terhadap isu-isu kerakyatan, ruang kaderisasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipandang sekadar sebagai agenda formal organisasi.
Berangkat dari kesadaran tersebut, PMII Komisariat Wahid Hasyim menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) pada Jumat–Ahad, 22–24 Mei 2026 bertempat di SMP IT Insan Cendekia.
Kegiatan ini mengusung tema “Sapere Aude: Sinergi Intelektual dan Militansi Pergerakan, Manifestasi Kader Mujahid dalam Mewujudkan Transformasi Sosial” sebagai bentuk ikhtiar membangun kader PMII yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kesadaran intelektual dan keberanian moral dalam menghadapi realitas sosial di tengah arus pragmatisme yang semakin kuat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PKD kali ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari 43 peserta internal dan 7 peserta eksternal, dengan melibatkan delegasi panitia dari berbagai rayon PMII di lingkungan Universitas Wahid Hasyim.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan akademisi, kader PMII, hingga tokoh pergerakan, di antaranya Firman Ulinuha, Ahmad Farichin, Zudi Setawan, hingga Dr. Tedi Kholiudin.
Kehadiran para pemateri menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan kader terkait nilai dasar pergerakan, keislaman Aswaja, kepemimpinan, sosial-politik, serta tantangan kebangsaan yang sedang dihadapi mahasiswa dan masyarakat hari ini.
Ketua Panitia PKD, Fadhli Romadhon, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dalam kehidupan organisasi maupun sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Komisariat Wahid Hasyim, Cassano Yoen Kharisma Idlafi, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan ruang pembentukan kesadaran kritis mahasiswa terhadap realitas sosial, pendidikan, dan kebangsaan yang semakin kompleks.
Hal senada juga disampaikan Ketua PC PMII Semarang, Muhammad Afiq Nur Cahya, yang menegaskan bahwa idealisme adalah kemewahan terakhir mahasiswa yang harus terus dijaga di tengah derasnya arus pragmatisme.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritik, tetapi juga didorong untuk membangun kemampuan berpikir kritis, keterampilan berorganisasi, serta kesiapan diri dalam menjaga keberlangsungan gerakan PMII.
Proses kaderisasi ini diarahkan untuk membentuk kader PMII yang ideologis, loyal, militan, dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan organisasi.
Melalui terselenggaranya PKD ini, PMII Komisariat Wahid Hasyim berharap mampu melahirkan kader-kader yang dapat menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai intelektualitas, spiritualitas, dan keberanian moral.
Sehingga, gerakan mahasiswa tidak berhenti sebagai simbol organisasi semata, tetapi benar-benar hadir sebagai kekuatan sosial yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat dan bangsa. (Red)













Komentar