PKD PMII Wahid Hasyim: Mencetak Kader Ideologis di Tengah Arus Pragmatisme

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Di tengah berbagai persoalan bangsa yang semakin kompleks, mulai dari krisis moral, menurunnya budaya literasi, hingga melemahnya keberpihakan mahasiswa terhadap isu-isu kerakyatan, ruang kaderisasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipandang sekadar sebagai agenda formal organisasi.

Berangkat dari kesadaran tersebut, PMII Komisariat Wahid Hasyim menyelenggarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) pada Jumat–Ahad, 22–24 Mei 2026 bertempat di SMP IT Insan Cendekia.

Kegiatan ini mengusung tema “Sapere Aude: Sinergi Intelektual dan Militansi Pergerakan, Manifestasi Kader Mujahid dalam Mewujudkan Transformasi Sosial” sebagai bentuk ikhtiar membangun kader PMII yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kesadaran intelektual dan keberanian moral dalam menghadapi realitas sosial di tengah arus pragmatisme yang semakin kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PKD kali ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari 43 peserta internal dan 7 peserta eksternal, dengan melibatkan delegasi panitia dari berbagai rayon PMII di lingkungan Universitas Wahid Hasyim.

Baca Juga :  HAM Versi Siapa? Ketika Kritik MBG Dianggap Dosa Kemanusiaan

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan akademisi, kader PMII, hingga tokoh pergerakan, di antaranya Firman Ulinuha, Ahmad Farichin, Zudi Setawan, hingga Dr. Tedi Kholiudin.

Kehadiran para pemateri menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan kader terkait nilai dasar pergerakan, keislaman Aswaja, kepemimpinan, sosial-politik, serta tantangan kebangsaan yang sedang dihadapi mahasiswa dan masyarakat hari ini.

Ketua Panitia PKD, Fadhli Romadhon, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan dalam kehidupan organisasi maupun sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Komisariat Wahid Hasyim, Cassano Yoen Kharisma Idlafi, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan ruang pembentukan kesadaran kritis mahasiswa terhadap realitas sosial, pendidikan, dan kebangsaan yang semakin kompleks.

Baca Juga :  Harmoni Sosial di Tunggulsari: Perayaan 3 Tahun King And Queen Kendal Community Penuh Makna

Hal senada juga disampaikan Ketua PC PMII Semarang, Muhammad Afiq Nur Cahya, yang menegaskan bahwa idealisme adalah kemewahan terakhir mahasiswa yang harus terus dijaga di tengah derasnya arus pragmatisme.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritik, tetapi juga didorong untuk membangun kemampuan berpikir kritis, keterampilan berorganisasi, serta kesiapan diri dalam menjaga keberlangsungan gerakan PMII.

Proses kaderisasi ini diarahkan untuk membentuk kader PMII yang ideologis, loyal, militan, dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan organisasi.

Melalui terselenggaranya PKD ini, PMII Komisariat Wahid Hasyim berharap mampu melahirkan kader-kader yang dapat menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai intelektualitas, spiritualitas, dan keberanian moral.

Sehingga, gerakan mahasiswa tidak berhenti sebagai simbol organisasi semata, tetapi benar-benar hadir sebagai kekuatan sosial yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat dan bangsa. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 23 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB