Mahasiswa Pascasarjana MPI-2A IAILM Suryalaya Jalani Riadhoh Spiritual TQN, Perkuat Iman dan Ketakwaan

SUARAMUDA.NET, TASIKMALAYA — Puluhan mahasiswa Pascasarjana Prodi MPI Kelas A Semester 2 IAILM Suryalaya mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam melalui kegiatan Praktik Amaliah Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah (TQN) yang digelar di kompleks Pondok Pesantren Suryalaya, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, mulai Jumat sore hingga Sabtu pagi, 22–23 Mei 2026.

Meski berstatus mahasiswa pascasarjana, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan layaknya para santri. Dengan membawa perlengkapan pribadi dan perbekalan lengkap, mereka menjalani berbagai amaliah sebagai upaya penguatan spiritual secara langsung di lingkungan pesantren.

Kegiatan tersebut dibimbing langsung oleh dosen pembimbing, Dr. H. Suhrowardi, M.Ag. Dengan penuh perhatian dan kesabaran, ia mendampingi peserta sejak awal hingga akhir kegiatan.

Menurutnya, praktik amaliah tersebut merupakan bagian penting dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

“Alhamdulillah kita bisa melaksanakan kegiatan mulai dari Tajdid Talqin. Setelah Maghrib hingga Isya diisi dengan dzikir dan khotaman, kemudian dilanjutkan dengan berbagai sholat sunat seperti Sunat Awabin, Sunat Taubat, Sunat Birrul Walidain, Sunat Lihifdzil Iman, Sunat Syukrun Nikmat, Sunat Qobla Isya, Sunat Ba’da Isya hingga Sunat Lidafil Balai,” tuturnya.

Setelah sholat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi keagamaan. Menjelang istirahat malam, peserta kembali melaksanakan rangkaian ibadah seperti mengambil wudlu, Sunat Syukrul Wudlu, Sunat Mutlak, Sunat Istikharah, hingga Sunat Hajat.

Memasuki sepertiga malam terakhir, para mahasiswa kembali melaksanakan qiyamul lail yang diawali mandi taubat, dilanjutkan dengan Sunat Tahiyyatul Masjid, Sunat Taubat, Sunat Hajat, Sunat Tahajud, Sunat Tasbih, Sunat Witir, serta dzikir bersama.

Menjelang Subuh, kegiatan diteruskan dengan Sunat Subuh, Sunat Lidafil Balai, sholat Subuh berjamaah, dan dzikir.

“Selesai istirahat tadi malam, mulai pukul 02.00 WIB kami melaksanakan mandi taubat dan sholat-sholat nawafil. Ini menjadi kekuatan bagi kita. Ini adalah riyadhoh, sebagai latihan spiritual,” ungkapnya.

Usai kegiatan di masjid, peserta melanjutkan agenda dengan ziarah ke makam pendiri Pondok Pesantren Suryalaya, kemudian melaksanakan Sunat Isyroq, Isti’adah, dan Istikharah. Ia berharap seluruh peserta dapat terus mengamalkan berbagai amaliah yang telah dipelajari, tidak berhenti hanya pada kegiatan semalam.

“Harapannya supaya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan ada perubahan dalam diri kita. Ruh kita menjadi lebih ringan sehingga lebih siap kembali kepada Allah. Jangan cukup satu malam saja, karena ini baru latihan. Mandi taubat sebaiknya dilanjutkan hingga 40 malam di rumah, begitu juga dzikir dan sholat-sholat nawafil lainnya,” katanya.

Para mahasiswa mengaku mendapatkan kesan yang sangat berharga dari kegiatan tersebut. Mereka merasa termotivasi untuk terus mengamalkan berbagai amaliah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pun berlangsung lancar sampai akhir kegiatan. (Ade Dedi).

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like