Lebaran Usai, Giliran ATM yang Minta Maaf?

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 01:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ali Achmadi, praktisi pendidikan dan peminat masalah sosial; tinggal di Pati

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Lebaran selesai. Tidak ada ritual sidang penutupan yang bertele-tele. Tidak ada juga pengumuman resmi. Tahu-tahu saja… sudah selesai.

Stoples pun mulai kosong. Grup WhatsApp mulai sepi. Tidak ada lagi broadcast “mohon maaf lahir batin” yang dikirim ke 200 kontak sekaligus—termasuk mantan yang sudah menikah. Lalu hidup kembali seperti biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Giliran ATM mulai bicara. Pendek. Dingin. Tidak ada kepalsuan. “Mohon maaf, saldo Anda tidak mencukupi.” Tidak ada pengantar. Langsung ke inti. Seperti keputusan hidup yang kadang datang terlambat.

Beberapa hari sebelumnya, kita bukan orang yang sama. Ada fase di mana angka di rekening terasa tidak terlalu penting. Ada masa di mana keputusan diambil tanpa terlalu banyak kalkulasi.

Bukan karena tidak bisa menghitung. Tapi karena memilih untuk tidak terlalu berhitung. Ada keberanian di situ. Keberanian yang tidak dimiliki oleh orang yang hudupnya selalu berhitung.

Baca Juga :  PC IPM Gebog Gelar Studium Generale Bahas Strategi Literasi Kreatif bagi Pelajar

Setelah itu, ATM hadir. Sebagai penutup cerita. Ia tidak menghakimi. Ia tidak menyindir. Ia hanya jujur. Dan kadang kejujuran memang membuat tidak nyaman.

Tapi menariknya, tidak semua orang marah. Tidak semua orang menyesal. Karena diam-diam, ada yang mengerti: bahwa beberapa hari kemarin bukan kesalahan.

Itu pilihan. Pilihan untuk melonggarkan logika. Pilihan untuk tidak selalu menempatkan angka di atas segalanya.

Di titik ini, definisi “cukup” mulai terasa aneh. Karena “cukup” itu tidak pernah benar-benar datang. Ia selalu bergeser.

Selalu menunggu angka berikutnya. Kalau menunggu cukup, tidak akan pernah mulai. Kalau menunggu kaya, mungkin tidak akan pernah terjadi.

ATM boleh saja berkata: “Mohon maaf, saldo Anda tidak mencukupi.” Silakan. Tapi hidup tidak hanya diukur dari saldo rekening. Ada hal lain yang tidak tercatat di layar mana pun.

Baca Juga :  Ekonomi Untuk Generasi Muda: Pentingnya Pendidikan Finansial

Tidak ada notifikasi. Tidak ada histori transaksi. Tapi nyata. Dan justru itu yang membuat seseorang terasa lebih dari sekadar cukup.

Memberi tidak harus menunggu cukup. Karena cukup itu tidak punya garis finish. Memberi tidak harus menunggu kaya.

Karena kaya itu adalah siapa yang berani memberi … bahkan saat belum punya apa-apa. Memberi… ya memberi saja. Selagi bisa. Selagi mampu.

Karena tidak semua hal di hidup ini harus cukup dulu baru dilakukan. Tidak semua keberanian lahir dari kelebihan.

Di situlah bedanya: ada yang menunggu punya lebih baru berani memberi. Ada yang berani memberi meski belum punya lebih. Dan yang kedua itu— tidak sedang kekurangan. Tapi dia… lebih berani. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran
Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:23 WIB

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB