SUARAMUDA.NET, KUDUS — Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kecamatan Gebog (PC IPM Gebog) menyelenggarakan kegiatan Studium Generale dengan mengusung tema “Seni Menggerakkan: Strategi Literasi Kreatif untuk Pelajar yang Apatis” pada Rabu (24/12/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kudus dan diikuti oleh kader IPM se-Kecamatan Gebog.
Studium Generale tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pembukaan Pelatihan Administrasi dan Tata Kelola Organisasi (PAKSI) serta Pelatihan Media Kreatif yang diselenggarakan oleh PC IPM Gebog.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini diikuti oleh peserta pelatihan sebagai upaya awal untuk membangun kesadaran, motivasi, dan kesiapan kader sebelum memasuki rangkaian pelatihan inti.
Kegiatan menghadirkan Ketua DPD PAN Kabupaten Kudus, Hj. Endang Kursistiyani, S.S., sebagai narasumber.
Dalam penyampaian materinya, narasumber mengulas fenomena apatisme di kalangan pelajar yang dinilai menjadi tantangan serius dalam proses kaderisasi dan pengembangan potensi generasi muda.
Endang menekankan pentingnya pendekatan literasi kreatif sebagai strategi untuk membangkitkan kepedulian, daya kritis, serta partisipasi aktif pelajar dalam lingkungan sosial dan organisasi.
Menurutnya, rendahnya keterlibatan pelajar sering kali dipengaruhi oleh minimnya ruang ekspresi, kurangnya motivasi, serta terbatasnya figur teladan.
Oleh karena itu, diperlukan peran organisasi pelajar untuk menghadirkan pola pembinaan yang adaptif, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman, sehingga mampu menjangkau pelajar secara lebih efektif.
Selain memaparkan materi, narasumber juga membagikan pengalaman serta dedikasinya dalam dunia organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Penyampaian tersebut dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada peserta agar tidak bersikap pasif, melainkan berani mengambil peran dan berkontribusi secara nyata sesuai kapasitas masing-masing.
Melalui kegiatan Studium Generale ini, diharapkan menjadi landasan awal bagi peserta dalam mengikuti rangkaian PAKSI dan Pelatihan Media Kreatif secara optimal.
Selain itu juga para kader mampu mengimplementasikan nilai-nilai literasi kreatif dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan sehari-hari, serta berperan aktif dalam menggerakkan pelajar lain agar lebih peduli, kritis, dan berdaya di tengah dinamika masyarakat. (Red)













Komentar