PCNU Batang Gelar Darul Falah Syiar Ramadhan Bersama Ning Inayah Wahid

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, BATANG — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Batang dan Yayasan Darul Falah menggelar kegiatan Darul Falah Syiar Ramadhan 1447 H sekaligus Santunan Kaum Dhuafa dan Pembagian Zakat bersama Inayah Wahid.

Kegiatan yang digelar dengan mengusung tema “Kelirumologi Spiritual Ramadhan di Era Postmodern”, itu terlaksana di Masjid Darul Falah Sidosari, Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Senin (9/3/2026) kemarin.

Kegiatan diawali dengan festival santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), khotmil Qur’an, santunan bagi kaum dhuafa, serta penyerahan zakat dari wakif masjid Haji Iswanto dan Wahyu Wulandari sebanyak 2 ton beras serta 150 paket sembako.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ning Inayah Wahid menyoroti kesalahpahaman publik tentang puasa Ramadhan. Menurutnya, banyak orang menganggap puasa berat hanya karena menahan lapar dan haus, bahkan memandang Ramadhan sebagai bentuk pembatasan.

“Padahal Ramadhan bukan limitasi, tetapi justru pembebasan. Kita belajar membebaskan diri dari nafsu dan keinginan sesaat serta menguatkan nilai kesabaran dan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Islam merupakan agama pembebasan yang mendorong umatnya untuk turut membebaskan sesama dari kemiskinan, kebodohan, dan ketidakpedulian.

Baca Juga :  Kemiskinan di Rembang Menurun, Bupati: Kado Istimewa Hari Jadi Rembang ke-283

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kebijakan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid, yang mengembalikan kebebasan masyarakat Tionghoa merayakan Imlek secara terbuka di Indonesia.

Menurutnya, hal tersebut menjadi contoh nyata semangat pembebasan dalam kehidupan berbangsa.

“Kalau ada yang mengatakan Indonesia gelap, yang dimaksud bukan masyarakatnya, tetapi hubungan antara negara dan rakyatnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Batang, Ahmad Munir Malik bersyukur selama dua tahun terakhir selalu dihadiri keluarga besar Abdurrahman Wahid. Tahun sebelumnya, berkesempatan sahur bersama Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

“Tahun lalu kita sahur bersama Ibu Sinta Nuriyah. Kali ini kita bersama putri bungsu beliau, Mbak Inayah. Kalau Ibu Sinta itu ibunya negara, maka Mbak Inayah ini anak negara,” ujarnya.

Munir menjelaskan, rangkaian kegiatan Syiar Darul Falah telah dimulai sejak siang hari dengan Festival Santri TPQ sebagai upaya menumbuhkan semangat generasi muda dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Baca Juga :  PD MES Kendal dan YPPEI Arrisalah Bagikan Takjil di Sepanjang Jalan Alun-Alun Kendal

Ke depan, pihaknya berharap kawasan Masjid Darul Falah tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga berkembang menjadi pusat pendidikan dari jenjang usia dini hingga pendidikan yang lebih tinggi.

Ia menambahkan, lokasi masjid yang berada di sekitar kawasan Kawasan Industri Terpadu Batang menjadikannya strategis sebagai benteng nilai bagi masyarakat di tengah pesatnya arus industrialisasi.

“Industrialisasi tentu membawa dampak sosial dan budaya. Karena itu kita perlu menyiapkan benteng nilai dan pendidikan agar generasi kita tetap kuat memegang Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.

Munir juga mengajak masyarakat Sidosari, Ketanggan, dan sekitarnya untuk bersama-sama mendukung pengembangan kawasan tersebut sebagai pusat penguatan nilai-nilai keislaman.

Ia berharap kehadiran Ning Inayah dapat mengobati kerinduan masyarakat kepada sosok Gus Dur sekaligus menjadi penguat harapan bagi kondisi bangsa ke depan.

“Semoga wejangan dari Mbak Inayah malam ini dapat mengobati kerinduan kita kepada Gus Dur dan menjadi doa bersama agar kondisi negara dan dunia semakin membaik,” pungkasnya. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB