1500 Driver Ojol Dikabarkan Unjuk Rasa di Semarang, Aplikasi Off: Apakah Ini ‘Hari Kebangkitan Ojol?’

- Penulis

Selasa, 20 Mei 2025 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi demo ojek online (sumber: pinterest)

Ilustrasi demo ojek online (sumber: pinterest)

SUARAMUDA, SEMARANG — Dari berita yang dilansir Kompas.com, diperkirakan 1.500 pengemudi ojek online roda dua dan roda empat direncanakan akan melakukan unjuk rasa driver ojol di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada Selasa (20/5/2025).

Selama aksi berlangsung, para peserta akan mematikan aplikasi ojol (offbid) dan tidak melayani pelanggan.

Perwakilan Komunitas Ojol Alap-Alap Terboyo, Diki Arman, menyatakan bahwa massa aksi akan mulai berkumpul di depan eks Wonderia Kota Semarang pukul 08.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rute konvoi akan melintasi sejumlah jalan utama di Semarang sebelum mencapai titik aksi.

“Titik kumpul jam 08.00 WIB pagi di Wonderia, aksinya di kantor Gubernur. Kita keliling dulu lewat Kariadi, Garnisun, Tugu Muda, Pandanaran, baru Simpang Lima, Pahlawan,” kata Diki, Senin (19/5/2025), seperti dilansir Kompas.com.

Menurut data perizinan yang diajukan ke Polrestabes Semarang, diperkirakan jumlah peserta unjuk rasa ojol akan mencapai 1.500 driver.

Baca Juga :  Muslimat NU Kendal Sukses Gelar Lomba Senam Sehat, Perdana dan Diikuti 18 PAC se-Kabupaten

Mereka berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah, termasuk Tegal, Slawi, Cepu, dan Kudus. “Besok gabungan dari Tegal, Slawi, Cepu, Kudus, yang enggak itu ada Purwokerto karena ada acara sendiri di sana. Solo juga ada sendiri.

Perkiraan sekitar kurang lebih daftar ke Polres 1.500, campur roda dua dan roda empat,” beber Diki.

Tuntutan Unjuk Rasa Driver Ojol: Regulasi, Tarif, dan Potongan Aplikasi

Masih bersumber dari Kompas.com, aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional driver ojol yang menuntut kepatuhan perusahaan aplikasi transportasi online untuk menaati regulasi Permenhub PM No.12 tahun 2019.

Serta, Kepmenhub KP No.667 tahun 2022 dengan perubahan KP No.1001 tahun 2022 mengenai tarif dan pemotongan biaya sewa aplikasi.

Massa juga menuntut penurunan potongan biaya aplikasi dari 30 persen menjadi 10 persen, serta adanya payung hukum bagi driver ojol sebagai pekerja informal.

“Tuntutan kami sama dengan yang aksi di Jakarta. Ini aksi nasional,” tegas Diki.

Baca Juga :  Digelar Hari Ini, Wakil Rektor Bidang Akademik Buka Orientasi Mahasiswa Institut Teknologi dan Sains NU Pekalongan

Imbauan untuk Pengemudi yang Tidak Ikut Aksi Ojol di Semarang

Karena seluruh peserta aksi bersepakat untuk melakukan offbid, Diki mengimbau rekan-rekan ojol yang tidak ikut aksi agar menjauhi area unjuk rasa demi menghindari potensi kesalahpahaman.

“Kita enggak ada sweeping. Yang mau narik ya narik tapi hindari lokasi soalnya ini kan orang banyak. Kita ada tim yang jaga salah satunya nanti depan Polda, biar nggak ada salah paham,” bebernya.

Ketua Driver Online Semarang (DOS), Jalu Pratito, juga menyatakan dukungannya terhadap aksi damai tersebut meski kelompoknya tidak ikut serta.

“Kita hargai rekan-rekan yang aksi. Kita hindari area, kemarin dari rekan-rekan komunitas saya dengar tidak akan ada sweeping dan sebagainya. Tapi kita tetap hargai rekan-rekan, mungkin kita di pinggiran kota,” ungkap Jalu, seperti dalam pemberitaan Kompas. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB