Resepsi Pelantikan PKC PMII Jawa Timur: Dari Spiritualitas ke Lompatan Kaderisasi Menuju Jatim Berdaya

SUARAMUDA.NET, SURABAYA — Resepsi Pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur berlangsung khidmat dan penuh semangat kebhinekaan, Sabtu (14/2/2026) malam

Rangkaian acara dibuka dengan penampilan Tari Remo dari Sanggar Kuwung Surabaya yang dibawakan oleh lima personel, menghadirkan nuansa kultural khas Jawa Timur.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Qiro’ah Al-Qur’an yang menambah suasana religius dalam pembukaan kegiatan.

Tekanan Peran PMII di Era Transisi

Sambutan pertama disampaikan oleh Thoriqul Haq, Bupati Lumajang sekaligus Ketua IKA PMII Jawa Timur. Ia menyanjung kontribusi PMII di berbagai lini sektor dan menekankan pentingnya saling menguatkan di tengah dinamika zaman.

Menurutnya, PMII harus terus bereksistensi menghadapi fase post-religious society, di mana humanisme berkembang namun posisi nilai-nilai kerap mengalami pelunturan.

“Perlu penguatan nilai dan regenerasi agar PMII tetap relevan di setiap fase zaman,” tegasnya.

Teaser dan Misi Besar PMII Jatim

Momentum berikutnya diisi dengan penayangan video teaser PMII Jawa Timur yang menampilkan capaian dan potensi organisasi. Ketua PKC PMII Jawa Timur, Muhammad Ivan Akeidozama, menegaskan misi besar: PMII Berkarya, Jawa Timur Berdaya.

Ketua Kopri Jawa Timur turut menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi tanggung jawab strategis agar kader perempuan mampu berkarya lebih luas.

Suasana semakin semarak dengan parade ketua cabang se-Jawa Timur yang mengenakan busana adat, sebagai simbol kuatnya semangat kebhinekaan di tubuh PMII.

Prosesi inti pelantikan dipimpin oleh Gus Fuad Muhammad, mewakili Pengurus Besar PMII. Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru PKC PMII Jawa Timur.

Lompatan Kaderisasi Jadi Agenda Utama

Dalam sambutan keduanya, Ketua PKC PMII Jatim Ivan Akeidozama menekankan pentingnya “lompatan kaderisasi”.

Ia mendorong kader agar profesional, berjenjang dalam profesi, kepemimpinan, dan spiritualitas.

Ia juga menegaskan bahwa Aswaja tidak boleh dipahami sekadar sebagai mazhab teologis.

“Aswaja harus menjadi laboratorium nilai dan gerakan kreatif yang mampu mengelola serta memanfaatkan sumber daya alam,” ujarnya.

Pesan Intelektual dan Pengabdian

Tokoh PMII Jawa Timur, Ali Maschan Moesa, dalam sambutan berikutnya menekankan pentingnya kader untuk terus belajar, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ia mengingatkan bahwa PMII harus hadir melayani masyarakat serta konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat sambil tetap memegang teguh nilai-nilai organisasi.

Sambutan penutup disampaikan oleh Khofifah Indar Parawansa. Ia menekankan pentingnya soliditas dan rasa persatuan dalam menyongsong Jawa Timur yang berdaya.

Menurutnya, pergerakan PMII memiliki posisi vital dalam menjaga stabilitas negara di tengah kebhinekaan.

“PMII harus terus berperan dan menginspirasi,” ujarnya seraya menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan PKC PMII Jawa Timur yang baru.

Simbol Spiritualitas

Sebagai penutup rangkaian, dilakukan pemberian kaligrafi kepada Khofifah Indar Parawansa dan Ali Maschan Moesa sebagai simbol bahwa pergerakan PMII berangkat dari fondasi spiritual.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Amir Maliki Abi Tolchah, Rektor UNDAR, menandai berakhirnya resepsi pelantikan dengan penuh harapan bagi masa depan PMII Jawa Timur. (Red)

 

 

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like