Bukan Hoaks? 3 Desa di Nunukan Disebut Masuk Malaysia, Ada Apa Sebenarnya?

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: Patroli TNI di wilayah Nunukan (perbatasan Indonesia dengan Malaysia). Foto: M. Rusman/ CNN. Indonesia.

POV: Patroli TNI di wilayah Nunukan (perbatasan Indonesia dengan Malaysia). Foto: M. Rusman/ CNN. Indonesia.

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Waduh, kabar panas datang dari perbatasan! Tiga desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mendadak disebut-sebut masuk wilayah Malaysia. Netizen langsung heboh, pemerintah pun akhirnya angkat suara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan negara nggak tinggal diam. Pemerintah, kata dia, bakal segera turun tangan buat ngecek langsung kondisi di lapangan dan mencari solusi terbaik.

“Nanti kita cari jalan keluar. Kita cek di lapangan, lalu kita diskusikan,” ujar Prasetyo usai rapat bersama Komisi XIII DPR, Senin (26/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga desa yang lagi jadi sorotan adalah Desa Kabungalor, Lipaga, dan Tetagas. Ketiganya berada di wilayah perbatasan RI–Malaysia yang sejak lama memang rawan sengketa.

Baca Juga :  HAMAS Sukamenak Berbagi Kebahagiaan, 48 Anak Yatim Terima Santunan di Bulan Ramadan

Kabar ini pertama kali diungkap Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Makhruzi Rahman, dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR pada Rabu (21/1).

Sayangnya, sampai sekarang belum dijelaskan secara gamblang kenapa ketiga desa itu bisa diklaim masuk wilayah Malaysia.

Menurut Makhruzi, wilayah tersebut sebelumnya masih masuk kategori Outstanding Boundary Problem (OBP) alias sengketa perbatasan yang belum tuntas antara Indonesia dan Malaysia.

Ia menjelaskan, ada empat segmen persoalan perbatasan RI–Malaysia. Sebagian sudah beres, misalnya lewat nota kesepahaman yang diteken pada 21 November 2019.

Sengketa di Pulau Sebatik juga disebut telah diselesaikan lewat Joint Indonesia–Malaysia ke-45 pada 18 Februari 2025.

Baca Juga :  Siswi SMK 3 Semarang yang Hilang 2 Hari di Gunung Slamet Ditemukan Selamat! Alhamdulillah!

Masalah lain masih tersisa di Kalimantan Barat, tepatnya di Gunung Raya, Sibuhuan, dan Batu Aum, yang hingga kini masih tahap survei lapangan.

“Masih ada tiga segmen OBP di sektor Barat Kalimantan Barat yang belum tuntas dan sedang dalam proses survei,” jelas Makhruzi.

Sementara itu, persoalan di Nunukan jadi yang paling bikin kening berkerut. Pasalnya, sekitar 5.207 hektare lahan di wilayah tersebut sejatinya masuk Indonesia dan kini berstatus zona perdagangan bebas.

Publik pun menunggu langkah tegas pemerintah. Jangan sampai isu perbatasan berlarut-larut dan malah bikin kedaulatan negara jadi bahan perdebatan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 21 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB