Hari Amal Bhakti Ke-79: Kemenag Wujudkan Asta Cita Pemerintahan

- Penulis

Jumat, 3 Januari 2025 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama RI Prof KH Nasaruddin Umar saat memimpin upacara Hari Amal Bakti ke 79 di Jakarta. Dok: Kemenag RI

Menteri Agama RI Prof KH Nasaruddin Umar saat memimpin upacara Hari Amal Bakti ke 79 di Jakarta. Dok: Kemenag RI

Jakarta, SUARAMUDA – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-79 di halaman Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta.

Upacara yang dihadiri ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag ini mengusung tema “Umat Rukun Menuju Indonesia Emas”.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, dalam sambutannya, menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan harmoni dalam mendukung visi besar Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Indonesia Emas hanya dapat terwujud jika umat hidup rukun dan harmonis. Sebaliknya, visi itu akan sulit tercapai jika umat saling bertentangan,” ujarnya.

Menag juga menegaskan komitmen Kemenag untuk memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia, serta mendorong kehidupan harmonis dengan lingkungan, budaya, dan sesama.

“Kita semua harus berperan aktif dalam mewujudkan program kemaslahatan umat di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.

Hadir dalam upacara tersebut Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Kepala Badan Penyelenggaraan Haji Mochamad Irfan Yusuf, jajaran pejabat eselon Kemenag, dan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Helmi Halimatul Udhmah.

Baca Juga :  Baliku Sayang, Baliku Malang: Pulau Dewata Lumpuh Diterjang Banjir
Upacara Hari Amal Bakti ke 79 di Jakarta. Dok: Kemenag RI

Dalam kesempatan ini, Menag Nasaruddin juga mengingatkan pentingnya peran agama dalam isu perubahan iklim.

“Suara agama sangat dibutuhkan untuk mendorong kesadaran global akan pelestarian lingkungan, sebagaimana telah ditekankan dalam Paviliun Iman pada COP ke-28 di Abu Dhabi dan COP ke-29 di Azerbaijan,” ungkapnya.

Menag juga menyoroti Deklarasi Istiqlal yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta pada September 2024.

Deklarasi ini, menurut Menag, menjadi tonggak penting dalam memperkuat nilai toleransi, kemanusiaan, dan penanggulangan perubahan lingkungan.

Dalam bidang pendidikan, Kemenag akan meluncurkan program makan bergizi gratis di lembaga pendidikan binaannya. Menag berharap program ini dapat menghasilkan generasi unggul yang sehat, cerdas, dan berkarakter mulia.

Selain itu, pemberdayaan ekonomi umat menjadi perhatian utama di usia Kemenag yang ke-79.

“Reformasi birokrasi, meritokrasi, dan pemberantasan korupsi harus terus kita kawal untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang bersih,” ujar Menag.

Menutup pidatonya, Menag Nasaruddin Umar mengajak seluruh jajaran Kemenag untuk bekerja dengan niat ibadah dan tekad yang kuat.

“Mari kita satukan langkah demi agama, bangsa, dan negara,” tutupnya.

Hari Amal Bakti Ke-79 ini menjadi momentum bagi Kementerian Agama untuk meneguhkan komitmen menuju Indonesia yang rukun, harmonis, dan berdaya saing, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  KPK Tangkap Pejabat Pajak: Suap Rp23 Miliar Diduga Turunkan Pajak Tambang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB