Ridwan Hisjam Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Selaras Pancasila, Bantah Disebut Kemunduran Demokrasi

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET., JAKARTA — Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam menegaskan dukungannya terhadap wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Ia menyatakan sistem tersebut sejalan dengan Pancasila dan tidak dapat dikategorikan sebagai kemunduran demokrasi.

Pernyataan itu disampaikan Ridwan dalam sebuah video diskusi publik yang beredar di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penjelasannya, ia merujuk langsung pada Sila Keempat Pancasila, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.”

Menurut Ridwan, frasa tersebut secara tegas menempatkan mekanisme perwakilan sebagai fondasi utama demokrasi Indonesia.

Ridwan menyebut, praktik Pilkada langsung yang berjalan sejak era reformasi merupakan hasil dinamika politik pasca-amandemen konstitusi, namun tidak sepenuhnya mencerminkan desain awal sistem ketatanegaraan yang dirumuskan para pendiri bangsa.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia Tumbuh 5%, Bank Dunia: "YES!"

Ia menilai, selama hampir 30 tahun reformasi, demokrasi Indonesia mengalami penyimpangan dari prinsip dasar Pancasila.

“Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum. Kalau kita bicara konstitusi, maka Pancasila berada di atas undang-undang dan amandemen,” tegas Ridwan.

Ia menilai perubahan mekanisme Pilkada ke DPRD justru merupakan bentuk kepatuhan terhadap hierarki hukum nasional, bukan langkah mundur dalam demokrasi.

Terkait potensi penolakan publik, Ridwan menegaskan bahwa wacana tersebut tidak seharusnya dipertentangkan dengan kehendak rakyat.

Menurutnya, persoalan utama bukan sekadar popularitas sistem pemilihan, melainkan pemahaman masyarakat terhadap ideologi negara dan prinsip dasar demokrasi Indonesia.

Baca Juga :  PHK Massal Seluruh Karyawannya, Begini Perjalanan Panjang Stasiun Televisi ANTV

Ia juga mengingatkan agar kebijakan negara tidak semata didasarkan pada hasil survei elektabilitas atau tekanan opini publik, tetapi berpijak pada nilai konstitusional dan ideologis yang telah disepakati sejak awal berdirinya Republik Indonesia.

Sebagai pembanding, Ridwan mengungkapkan pengalamannya pada Pilkada Jawa Timur 2003 yang dilakukan melalui DPRD serta Pilkada 2008 yang berlangsung secara langsung. Ia menyatakan kedua mekanisme tersebut sah secara hukum.

Namun, menurutnya, sistem perwakilan lebih konsisten dengan semangat permusyawaratan yang menjadi ciri khas demokrasi Pancasila.

Ridwan menegaskan, dorongan Pilkada melalui DPRD bukanlah upaya mengurangi kedaulatan rakyat, melainkan usaha mengembalikan praktik demokrasi Indonesia sesuai dengan makna tekstual dan filosofis Sila Keempat Pancasila. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB