Nama SBY Diseret Isu Ijazah Jokowi, Demokrat: Kami Pertimbangkan Jalur Hukum

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali bikin gaduh. Kali ini, nama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut terseret.

Tak tinggal diam, SBY disebut tengah mempertimbangkan langkah hukum karena merasa difitnah.

Pernyataan itu disampaikan Politikus Partai Demokrat Andi Arief usai bertemu langsung dengan SBY.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam keterangan video, Rabu (31/12/2025), Andi menegaskan bahwa SBY sama sekali tidak terlibat dalam isu ijazah Jokowi yang belakangan ramai di media sosial.

Baca Juga :  Ada 2 Juta Lebih Sarjana di Indonesia Menganggur: Ya Allah, Ngeri!

“Pak SBY cukup terganggu. Tidak benar kalau beliau disebut berada di balik isu ijazah palsu Jokowi, apalagi sampai dituding berkolaborasi dengan Ibu Megawati,” ujar Andi Arief.

Menurutnya, fitnah tersebut banyak disebarkan oleh akun-akun anonim yang bergerak masif di media sosial. Bahkan, Demokrat mengklaim sudah mengetahui afiliasi dari akun-akun tersebut.

“Fitnahnya masif dan terstruktur. Seolah-olah Pak SBY menjadi aktor di balik polemik ijazah yang sekarang menyeret nama Pak Jokowi dan Roy Suryo,” tambahnya.

Baca Juga :  Hendi Comeback? Masuk Radar Calon Bos PDI-P Jateng, Lawannya Nggak Main-main!

Andi Arief juga menegaskan hubungan SBY dan Jokowi berjalan baik-baik saja. Ia meminta semua pihak menghentikan narasi liar yang merugikan nama baik SBY.

Saat ini, SBY disebut lebih banyak menikmati aktivitas pribadinya, mulai dari berkesenian hingga menekuni olahraga voli, dan sudah jarang terlibat langsung dalam dinamika politik praktis.

“Jadi sangat tidak masuk akal kalau beliau ditarik-tarik ke isu ini,” pungkas Andi Arief. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB