Rumah Kayu Ramah Lingkungan Karya Dosen UGM Raih Penghargaan Best Greenship Innovation

- Penulis

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SLEMAN, YOGYAKARTA — Kabar membanggakan datang dari Universitas Gadjah Mada (UGM)!

Paviliun CLT Nusantara, rumah kayu ramah lingkungan yang dirancang tim riset Fakultas Teknik UGM pimpinan Prof. Dr. Ali Awaludin, sukses menyabet penghargaan Best Greenship Innovation dalam ajang bergengsi Greenship Awards 2025 yang digelar Green Building Council Indonesia (GBCI), Jumat (5/12) lalu.

Bukan sekadar bangunan biasa, Paviliun CLT Nusantara membawa semangat baru: konstruksi masa depan yang lebih hijau, rendah emisi, dan berbasis material lokal. Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia punya kekuatan besar untuk bersaing dengan negara maju dalam teknologi konstruksi kayu modern.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bangunan Kayu Masa Depan yang Jadi Magnet Internasional

Berdiri ikonik di Taman Manufaktur FT UGM, paviliun ini telah didatangi tamu dari lima benua—mulai dari peneliti, akademisi, hingga pelaku industri.

Perpaduan teknologi kayu Cross-Laminated Timber (CLT), panel surya, smart lighting, dan IoT smart garden membuatnya terasa futuristik namun tetap hangat dan natural.

Baca Juga :  Geger Akademik! UIN Walisongo Kukuhkan 5 Guru Besar, Kampus Kian Berkelas

“Paviliun ini bukan hanya ruang pertemuan, tapi juga laboratorium hidup untuk inovasi konstruksi berkelanjutan,” ujar Prof. Ali saat ditemui di kampus UGM, Senin (8/12).

Material kayu akasia dipilih bukan tanpa alasan—jenis ini tumbuh cepat, kuat, dan tahan jamur. Teknologi CLT yang digunakan pun disesuaikan lewat reverse engineering agar cocok dengan iklim Indonesia.

Menariknya, proyek besar ini berawal dari eksperimen sederhana menggunakan lakban dan kayu akasia sebelum berkembang menjadi kolaborasi riset nasional bersama ITB dan Polman Bandung. Keren banget, kan?

Bukan Untuk Perumahan Massal, Tapi Ruang Edukasi Masa Depan

Walau digadang-gadang sebagai model konstruksi masa depan, Prof. Ali menegaskan bahwa bangunan ini bukan untuk hunian massal, melainkan untuk public space seperti sekolah dan ruang belajar.

Baca Juga :  Rp 1,2 Triliun Per Hari! Program Makan Bergizi Gratis Siap Gelegar di 2025

“Kami ingin anak-anak melihat langsung bagaimana ecological material diterapkan dalam konstruksi. Mereka bukan hanya belajar teori, tapi mengalami sendiri,” jelasnya.

Selain ramah lingkungan, struktur CLT kayu memiliki daya tahan guncangan tinggi dan efisiensi perawatan. “Kayu cukup dijaga tetap kering. Kalau kusam, cukup digosok dan coating dua kali setahun,” tambah Ali.

Menuju Indonesia Net-Zero Emission 2026

Ali menyebut proyek ini sejalan dengan target nol emisi Indonesia pada 2026 melalui reboisasi dan inovasi material. Ia berharap Paviliun CLT menjadi pemantik kolaborasi akademisi, pemerintah, dan industri.

Universitas besar dunia seperti UBC Vancouver dan NTU Singapura sudah lebih dulu membangun gedung bertingkat dari kayu. Kini, dengan penghargaan Best Greenship Innovation, peluang Indonesia untuk menjadi pemain utama semakin terbuka lebar.

“UGM dan Indonesia berpotensi menjadi role model bangunan berkelanjutan di masa depan,” tutup Ali penuh optimistis. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB