Kolaborasi Fatayat NU Kota Semarang & Forpela Perkuat Ketangguhan Perempuan Hadapi Potensi Konflik Sosial

- Penulis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Fatayat NU Kota Semarang dan Forpela (Forum Perempuan Lintas Agama) Kota Semarang menggelar kegiatan Pelatihan Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial (Part 1), berlangsung pada 5 Desember 2025.

Acara yang bertempat di MA Al Asror Gunungpati ini, dimulai pukul 12.30 hingga 16.30 WIB dan dihadiri 90 peserta dari berbagai perempuan lintas agama di Kota Semarang.

Acara dibuka dengan laporan panitia oleh Hj. Istigfaroh, M.Pd. sekaligus tuan rumah, yang menekankan apresiasi kepada seluruh peserta serta pentingnya penerapan ilmu pelatihan di organisasi masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis perempuan dalam merespons dinamika sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Ketua Forpela, Prof. Dr. Arikhah, M.Ag dalam sambutannya, menyoroti urgensi pelatihan deteksi dini konflik sebagai bentuk antisipasi terhadap gesekan sosial yang dapat terjadi akibat perbedaan persepsi, dinamika politik, ekonomi, budaya, maupun agama.

Baca Juga :  54% Pekerja Nggak Bahagia, Fenomena Quiet Cracking Jadi Alarm Dunia Kerja

Ia mengajak seluruh peserta untuk bersyukur karena Kota Semarang masih berada dalam kondisi kondusif.

Senada dengannya, Ketua FKUB Kota Semarang, Drs. KH. Mustamaji, MM., menyampaikan pentingnya ajaran kerukunan dalam setiap agama.

Kiai Mustam, sapaannya, menjelaskan bahwa Semarang memiliki kekayaan tradisi yang menunjukkan heterogenitas dan kerukunan masyarakat, salah satunya melalui Tradisi ‘Warak Ngendog’.

Ia menambahkan bahwa Semarang meraih peringkat ketiga kota toleran di Indonesia, dan menjadi peringkat pertama jika dilihat dalam kategori kota besar.

Keynote speech disampaikan oleh perwakilan Kesbangpol Kota Semarang, Agus Suryanto, S.Sos., MM. Ia memaparkan bahwa Kota Semarang terus mengalami peningkatan dalam indeks harmoni sosial dan toleransi, bahkan dinobatkan sebagai kota harmoni peringkat pertama pada tahun 2025.

Menurutnya, perempuan memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga toleransi, karena konflik sosial yang tak terkelola dapat berdampak luas hingga merusak infrastruktur, aspek sosial, dan psikologis masyarakat.

Baca Juga :  'Diem-diem' 900 Buruh Pabrik Plastik Mau di PHK, Lagi-lagi Rakyat Jadi Korban

Ia berharap pelatihan ini mampu memperkuat peran perempuan sebagai aktor perdamaian mulai dari lingkup keluarga.

Masrohatun, M.Si., selaku narasumber menjelaskan bahwa konflik sering berawal dari perbedaan persepsi yang dipaksakan antarindividu.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa banyak konflik dapat diatasi jika masyarakat mampu menangani akar masalah, bukan hanya faktor pemicu.

Sementara itu, Dr. Kurnia Muhajarah, M.S.I., selaku pemateri kedua juga menegaskan bahwa konflik tidak hanya terjadi di ruang publik, namun juga bermula dari diri sendiri dan keluarga.

Ia menekankan pentingnya mengurai bias kognitif seperti memori selektif, merasa paling benar, serta kecenderungan menyederhanakan masalah.

Menurutnya, kemampuan mendengar dengan empati menjadi keterampilan penting sebelum meminta orang lain untuk mendengarkan.

Sesi diskusi berlangsung dinamis dan ditutup dengan “Deklarasi 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan” sebagai komitmen bersama melawan kekerasan dan mendorong peran aktif perempuan dalam menjaga perdamaian. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB