54% Pekerja Nggak Bahagia, Fenomena Quiet Cracking Jadi Alarm Dunia Kerja

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi frustasi kerja. (Pinterest)

Ilustrasi frustasi kerja. (Pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Dunia kerja lagi-lagi bikin pusing kepala. Bukan cuma karena target yang makin menumpuk, tapi juga karena kantor makin tega memangkas karyawan demi kasih jalan buat kecerdasan buatan (AI).

Hasilnya? Pekerja dipaksa ngebut dengan sumber daya minim, sementara peluang naik jabatan makin tipis. Fenomena terbaru yang muncul dari kondisi ini disebut “quiet cracking.”

Beda tipis dengan istilah populer quiet quitting, tapi dampaknya lebih dalam. Kalau quiet quitting itu disengaja—karyawan menahan diri biar nggak terlalu ngoyoquiet cracking justru terjadi tanpa sadar. Karyawan merasa lelah, nggak dihargai, tapi juga takut resign di tengah pasar kerja yang lagi seret.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gejalanya mirip burnout: hilang motivasi, merasa nggak berguna, gampang marah, atau cepat tersinggung,” jelas Martin Poduška, Pemred sekaligus penulis karier di Kickresume, dikutip dari Fortune, Senin (25/8/2025).

Baca Juga :  Langit Cerah Band Rilis Deretan Single Penuh Emosi, Usung Modern Britpop dengan Cerita Kehidupan

Data pun menguatkan tren suram ini. Laporan TalentLMS 2025 mengungkap 54% pekerja mengaku nggak bahagia di kantor. Sedangkan survei Gallup 2025 mencatat keterlibatan karyawan global anjlok dari 23% jadi 21% tahun lalu. Kerugian? Produktivitas yang raib senilai US$438 miliar.

Masalahnya, quiet cracking ini licin banget. “Bisa jadi kamu lagi mengalaminya sekarang, tapi belum sadar karena butuh waktu sampai terlihat jelas,” tambah Poduška.

Bagi perusahaan, ini warning keras. Budaya kerja yang toksik bukan cuma bikin karyawan sengsara, tapi juga bisa bikin bisnis jeblok. Apalagi, 47% karyawan yang mengalami quiet cracking bilang manajernya ogah mendengar keluhan.

Baca Juga :  Begini Alasan Mantan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yang Sebut Air Galon Bikin Kelas Menengah Jadi Miskin

So, Gimana Solusinya?

Perusahaan perlu lebih peduli: kasih kesempatan pelatihan, tantangan baru, sampai mendengar suara karyawan. TalentLMS mencatat, 62% pekerja yang nggak mengalami quiet cracking ternyata rutin dapat pelatihan, beda jauh dari 44% yang kerap mengalaminya.

“Pelatihan itu tanda investasi perusahaan terhadap potensi karyawan. Efeknya, motivasi naik, skill berkembang, dan suasana kerja lebih sehat,” tulis laporan tersebut.

Tapi PR bukan cuma di kantor. Karyawan juga perlu introspeksi. Kalau peluang karier buntu, coba diskusi dengan atasan atau bahkan mulai buka opsi pindah kerja.

“Buat sebagian orang, perubahan karier total bisa jadi jalan keluar. Tapi ada juga yang cukup pindah divisi atau cari tantangan baru biar semangat lagi,” pungkas Poduška. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MESSI BELUM HABIS! Comeback Gila Argentina Bikin Inggris Gigit Jari, Tiket Final Piala Dunia 2026 di Tangan
Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau
Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026
Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan
Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman
O!Save Makin Ramai Diburu! Minimarket Oranye Ini Siap Goyang Dominasi Alfamart dan Indomaret?
Belajar Meracik Peluang Usaha dari Tepung Kentucky di Balerejo
Kerennya China! Sudah Tanam 66 Miliar Pohon, Pertumbuhannya Malah Ngebut Kalahkan Hutan Alami
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:11 WIB

Bediding Mulai Menggigit! Dini Hari di Wilayah Sugio Bisa Bikin Menggigil, Warga Diminta Siaga Hadapi Puncak Kemarau

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:43 WIB

Dinasti Sepak Bola Runtuh! Jerman dan Brasil Tersingkir, Spanyol Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:22 WIB

Presiden, Kata “Bajingan”, dan Marwah Kepemimpinan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:09 WIB

Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:10 WIB

O!Save Makin Ramai Diburu! Minimarket Oranye Ini Siap Goyang Dominasi Alfamart dan Indomaret?

Berita Terbaru