Demi Restorasi Khittah NU, GMAP Dukung Penuh Syuriyah PBNU: Desak Ketua Umum Mundur!

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan Muda Aswaja Progresif (GMAP) Abdullah Muhammad Nabil (Gus Billy)/ dok istimewa

Gerakan Muda Aswaja Progresif (GMAP) Abdullah Muhammad Nabil (Gus Billy)/ dok istimewa

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Gerakan Muda Aswaja Progresif (GMAP) menyatakan dukungan penuh dan sikap tegas terhadap Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU yang digelar pada Jumat, 21 November 2025.

Risalah yang memuat rekomendasi dan desakan pemunduran Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dinilai sebagai langkah konstitusional dan semangat ishlah (perbaikan) untuk menjaga marwah, ukhuwah, dan khittah perjuangan Nahdlatul Ulama.

Sebagai organisasi muda yang konsisten mengawal nilai-nilai Aswaja dalam bingkai progresif, GMAP memandang langkah yang diambil oleh Rois A’am PBNU, KH. Miftachul Akhyar beserta jajaran Syuriyah tersebut bukanlah sebuah tindakan yang terburu-buru, melainkan hasil dari telaah mendalam dan keprihatinan akan arah organisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekomendasi ini merupakan bentuk muhasabah internal yang justru menunjukkan kematangan dan kredibilitas NU sebagai jam’iyyah yang menghargai mekanisme dan etika perbedaan.

Baca Juga :  BREAKING NEWS! Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031, Muktamar NU Akhirnya Tuntas

“Kami dari GMAP mendukung sepenuhnya sikap dan keputusan Rois A’am PBNU, KH. Miftachul Akhyar. Apa yang beliau lakukan bersama Syuriyah adalah bagian dari ri’ayah terhadap organisasi, menjaga agar NU tetap pada koridor khittahnya sebagai organisasi sosial keagamaan yang mengutamakan kemaslahatan umat,” tegas Abdullah Muhammad Nabil, atau yang akrab disapa Gus Billy, Ketua GMAP.

Lebih lanjut, Gus Billy menyampaikan bahwa desakan pemunduran Ketua Umum PBNU harus dipahami sebagai ikhtiar untuk “mengambil jalan lurus” dan kembali ke khittah”, bukan sebagai perpecahan.

Dalam tradisi NU, musyawarah dan keputusan seperti Syuriyah memiliki posisi yang sangat dihormati sebagai penjaga nalar dan norma ke-NU-an.

“Ini adalah momen untuk tawazun dan i’tidal Kita perlu mendahulukan ishlah di internal sendiri. Keputusan Syuriyah adalah cermin dari menjaga ukhwah di atas segala-galanya, tetapi ukhuwah itu harus dibangun di atas prinsip dan komitmen yang sama terhadap AD/ART dan khittah NU,” paparnya.

Baca Juga :  Kemah Pramuka Madrasah Nasional 2024 di Cibubur Hasilkan Tujuh Rekomendasi Strategis Perkuat Gudep Berbasis Madrasah

GMAP mengajak seluruh warga NU, khususnya kalangan muda, untuk menyikapi perkembangan ini dengan bijak dan tenang. Semangat sambil lalu membetulkan yang khilaf harus tetap menjadi pegangan, tanpa meninggalkan rasa hormat kepada semua pihak.

“Kami yakin, langkah ini akan membawa NU kembali pada khittah perjuangannya. Mari kita dukung proses ishlah ini dengan doa dan niat tulus untuk kebaikan bersama. NU besar karena santun dalam perbedaan dan teguh dalam prinsip,” tutup Gus Billy. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB