Prabowo Murka! Direksi BUMN Bermental Raja Siap Disikat Kejagung

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto/ sumber: IG prabowo

Presiden Prabowo Subianto/ sumber: IG prabowo

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Pesta para pejabat BUMN resmi berakhir! Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kejaksaan Agung menindak tegas para direksi BUMN yang ketahuan foya-foya dengan uang rakyat.

Instruksi itu langsung disambut pemerhati intelijen dan kebijakan publik Sri Radjasa, M.BA., yang menilai langkah Presiden ini jadi penanda berakhirnya budaya elitis di tubuh perusahaan pelat merah.

“Tidak ada lagi direksi BUMN yang bergaya seperti raja. Presiden sudah marah — ini perintah, bukan saran,” tegas Sri Radjasa, Sabtu (25/10/2025).

Ia menyebut publik sudah muak menyaksikan pejabat BUMN hidup mewah sambil memainkan proyek dan pengadaan seenaknya. “Kalau direksi rakus, yang rusak bukan cuma uang negara, tapi juga kepercayaan publik,” ujarnya.

Nama-nama besar pun ikut terseret: PT Timah (kerugian Rp300 triliun), Jiwasraya (Rp16,81 triliun), Asabri (Rp22,78 triliun), hingga dugaan penyimpangan di Pertamina dan Amarta Karya.

Sri Radjasa menegaskan akar masalahnya bukan cuma individu, tapi juga sistem bobrok dan intervensi politik dalam penunjukan direksi.

Baca Juga :  Disebut Hasil Efisiensi, Duit MBG Itu Sebenarnya Datang dari Mana, Sih?

“Selama jabatan direksi masih jadi hadiah politik, korupsi akan terus beranak-pinak,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan agar pembentukan holding baru Danantara berjalan bersih tanpa aroma rente.

“Jangan sampai Danantara jadi panggung baru para pemburu rente. Presiden sudah kasih garis merah yang jelas,” katanya.

Pesan penutupnya keras dan to the point: “Pesta sudah usai. Sekarang waktunya cuci piring. Rakyat sedang melihat siapa yang benar-benar bekerja.” (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB