Semarang Membara: Demo 29 Agustus Makin Liar Tak Terkendali, Mobil dan Pos Polisi Dibakar

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV: mobil yang terparkir di kawasan gubernuran  dibakar massa, imbas aksi di depan Kapolda Jateng, Jumat (29/8/2025) / foto: dok istimewa

POV: mobil yang terparkir di kawasan gubernuran dibakar massa, imbas aksi di depan Kapolda Jateng, Jumat (29/8/2025) / foto: dok istimewa

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Jumat (29/8/2025) malam jadi salah satu malam paling panas di jantung Kota Semarang. Aksi demonstrasi yang sejak siang digelar di depan Polda Jateng berubah menjadi kerusuhan besar, dengan api membakar fasilitas publik hingga beberapa unit mobil di kantor pemerintahan.

Awalnya, massa tumpah ruah di depan Markas Polda Jawa Tengah. Teriakan yel-yel, poster protes, dan orasi lantang mewarnai jalannya aksi. Situasi masih dalam kendali hingga sore hari, meski beberapa kali sempat memanas .

Namun menjelang malam, tensi kian meninggi. Lemparan botol dan batu mulai melayang, dibalas water cannon dan gas air mata dari barisan polisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kericuhan di depan Polda ternyata hanya awal. Massa yang tak puas kemudian bergeser ke arah kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah. Mereka tidak masuk lewat pintu utama, melainkan melalui jalur belakang di sisi timur Taman Indonesia Kaya. Dari sanalah amukan itu dimulai.

Baca Juga :  Fenomena Dico: Mulai Nyalon Gubernur, Wali Kota Semarang, hingga Berkasnya Ditolak KPU Kendal, Duh!

Begitu berhasil masuk, demonstran langsung membakar tiga mobil yang terparkir di area kantor. Tak cukup sampai di situ, sebuah kantin serta beberapa warung kecil di sekitar kompleks gubernuran ikut dilalap api.

Kobaran api cepat membesar, membuat suasana semakin mencekam. “Langit malam jadi merah, asap tebal membumbung tinggi. Semarang benar-benar seperti terbakar,” cerita seorang warga yang menyaksikan dari kejauhan.

Belum reda kepanikan di kompleks gubernuran, kabar lain datang dari pusat kota. Pos polisi di kawasan Simpang Lima—ikon keramaian Kota Semarang—ikut jadi sasaran massa.

Bangunan kecil yang biasanya jadi titik pengawasan lalu lintas itu dalam hitungan menit sudah tinggal puing. Api menjilat-jilat, sementara warga yang melintas memilih kabur untuk menyelamatkan diri.

Polisi berupaya membubarkan massa dengan menambah pasukan. Gas air mata ditembakkan ke berbagai titik, water cannon disemprotkan ke kerumunan, tapi konsentrasi massa yang terpecah membuat situasi sulit dikendalikan.

Suara sirene, teriakan, dan dentuman gas air mata bercampur jadi satu, menciptakan atmosfer mencekam di pusat Kota Semarang.

Baca Juga :  Deretan Nama Beken Resmi Dilantik Prabowo, dari Qodari sampai Sarah Sadiqa

Tak sedikit warga yang akhirnya hanya bisa memantau dari jauh. Banyak pula yang mengabadikan momen ini lewat kamera ponsel, lalu menyebarkannya di media sosial.

Dalam hitungan menit, linimasa dipenuhi video kobaran api di kantor gubernur dan pos polisi yang terbakar. Kata kunci “Semarang Membara” bahkan langsung jadi trending.

Kericuhan ini membuat sejumlah ruas jalan utama lumpuh. Transportasi terganggu, kendaraan pribadi dan ojek online banyak yang memilih putar balik.

Pedagang kaki lima yang biasanya ramai di kawasan Simpang Lima pun menutup lapak lebih cepat, khawatir jadi korban kerusuhan.

Malam itu, Semarang benar-benar kehilangan wajah damainya. Aksi yang awalnya dimaksudkan sebagai bentuk protes berubah menjadi amukan yang merugikan banyak pihak.

Hingga larut malam, aparat masih terus melakukan penjagaan ketat, sementara warga hanya berharap suasana cepat reda dan kota kembali tenang. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB