Festival “The Voice of Front”: Musik Jadi Senjata Persatuan Rusia

- Penulis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, ROSTOV-ON-DON, RUSIA — Musik bukan cuma soal nada, tapi juga bisa jadi simbol persatuan. Itu yang terasa di Festival musik patriotik “The Voice of Front” yang baru saja digelar untuk kedua kalinya di Rostov-on-Don, Rusia.

Acara pamungkas berupa gala konser di Taman “Levoberezhny” sukses bikin penonton larut dalam suasana haru sekaligus bangga pada para tentara yang berjuang di garis depan.

Festival ini diinisiasi Lembaga Nirlaba “Pusat Strategi Media” yang dipimpin Mark Bykov. Menurut Bykov, gelaran ini bukan sekadar pentas musik, tapi bentuk penghormatan kepada pahlawan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahun ini kami kembali dapat dukungan dari Dana Inisiatif Budaya Presiden. Ada sekitar 3000 musisi mendaftar, mulai dari anak-anak umur 5 tahun sampai kakek-nenek usia 65 tahun. Namun dari ribuan peserta, hanya 100 finalis terpilih yang tampil di Rostov dengan karya ciptaan mereka sendiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Jabatan Biden Berakhir, Dinamika Timur Tengah Disebut Washington Membaik: Benarkah?

Peserta datang dari berbagai daerah Rusia: Moskow, Sankt Peterburg, Kaukasus, Ural, hingga Lugansk yang baru saja bergabung dengan Rusia. Bahkan ada juga perwakilan dari luar negeri, termasuk Indonesia!

Sergei Voitenko, ketua juri sekaligus artis bergelar kehormatan Rusia, mengaku kagum dengan kualitas peserta tahun ini. “Jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Saya berharap festival ini jadi tradisi tahunan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, generasi muda Rusia kini makin percaya diri dengan identitas budaya mereka, lepas dari bayang-bayang propaganda Barat.

“Patriotisme itu sederhana: cinta pada keluarga, kampung halaman, pohon birch di halaman, atau memancing bareng teman. Dari situlah musik ini lahir,” tambahnya.

Festival ini juga terasa makin berwarna dengan hadirnya juri tamu asal Serbia, Goran Šimpraga. Ia menilai karya finalis punya makna besar di tengah konflik militer yang berlangsung.

Baca Juga :  Farhan Muhammad Raih Juara 3 di Kompetisi Internasional Tilawah Al-Qur'an di Rusia, Persembahan Berharga untuk HUT ke-80 RI

“Lagu-lagu ini memberi semangat pada tentara. Pesannya jelas: kalian tidak sendirian, rakyat mendukung,” tegasnya.

Banyak lagu finalis memang terinspirasi dari pengalaman nyata di garis depan atau saat menjadi relawan di rumah sakit. Itulah yang bikin karya mereka begitu menyentuh.

Asya Kompaniyets, anggota juri lainnya, mengatakan, “Ini bukan sekadar kompetisi musik profesional. Ini wadah ekspresi penuh emosi, dedikasi, dan empati. Justru dari situ lahir budaya baru yang harus kita rawat.”

Tak heran kalau festival ini bukan hanya ajang unjuk bakat, tapi juga momentum persatuan. Penonton yang hadir merasakan langsung solidaritas dan energi kebersamaan di tengah situasi sulit. Musik, sekali lagi, jadi jembatan yang menguatkan semangat para tentara dan rakyat Rusia.

Festival “The Voice of Front” berhasil membuktikan: di balik dentuman senjata, ada harmoni nada yang mempersatukan bangsa. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB