Tanahmu, Katanya, Milik Negara: Pejabat Keceplosan atau Kejujuran Terselubung? Ah, Masak Guyonan?

- Penulis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid (pinterest)

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid (pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Di negeri ini, bukan cuma sandal jepit yang bisa hilang di masjid, tanah pun ternyata bisa “dianggap” bukan milikmu.

Itulah yang ramai dibicarakan setelah Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid bikin pernyataan yang sukses bikin rakyat dari Sabang sampai Merauke mengangkat alis: “semua tanah milik negara”.

Nusron akhirnya buka suara—dan buka maaf. Katanya, itu cuma keceplosan. Bahkan ia mengaku kalimatnya “cuma bercanda”. Duh, negara kok dibuat bercanda!?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dan sayangnya, bercandanya level pejabat ini tidak se-lucu yang ia bayangkan. Soalnya, publik sudah keburu panas dingin, terutama yang tanahnya didapat dari keringat, warisan, atau hasil nabung bertahun-tahun.

“Maaf ya, netizen, masyarakat Indonesia, semua pihak. Itu pernyataan saya keliru dan menimbulkan polemik,” ucap Nusron di kantornya, Selasa (12/8), sambil menegaskan dirinya cuma mau ngomongin tanah-tanah telantar—bukan pekarangan depan rumahmu.

Baca Juga :  Kala MBG Digoyang Demo, Kantor BGN Disegel: yang Kenyang Anak atau Masalahnya?

Menurutnya, jutaan hektare lahan berstatus HGU (Hak Guna Usaha) dan HGB (Hak Guna Bangunan) dibiarkan nganggur bak kebun misteri.

Pemerintah pun mau “mengamankan” lahan-lahan itu lewat program strategis yang katanya demi kesejahteraan rakyat.

“Bukan sawah rakyat, bukan pekarangan, apalagi tanah warisan yang sudah bersertifikat,” tegasnya.

Tapi, publik keburu ingat pernyataan lamanya yang menyebut tak ada yang benar-benar memiliki tanah—semua cuma dapat hak pakai.

Nusron bahkan sempat menyindir yang mengklaim tanah warisan: “Emang embah-embah bisa bikin tanah? Nggak bisa, kan?”

Kalimat ini sukses memicu debat: ini murni blunder atau malah slip of truth? Soalnya, dalam praktiknya, negara memang punya kuasa penuh atas tanah lewat pasal 33 ayat 3 UUD 1945.

Baca Juga :  Kecele Nih! Ternyata “Projo” Bukan Singkatan “Pro Jokowi”, Lho!

Bedanya, rakyat mengira itu demi kemakmuran rakyat, bukan demi menambah koleksi di Bank Tanah yang sekarang terdengar seperti “koperasi simpan pinjam” versi agraria.

Apapun maksudnya, kejadian ini jadi pengingat bahwa di republik ini, tanah bukan sekadar sebidang lahan—tapi juga medan perebutan kuasa.

Dan ketika pejabatnya bisa “bercanda” soal siapa pemilik sahnya, rakyat cuma bisa berharap candaan itu tidak berubah jadi kebijakan resmi.

Karena kalau sampai berubah, jangan-jangan slogan baru kita adalah: “Tanah untuk Negara, Rakyat Numpang Saja.” Huft, gak lucu! (Red).

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB