Pelajaran Penting dari Dirut PT Agrinas: Karena Malu Tak Ada Progres, Joao Pilih Mundur. Bagaimana dengan Kamu?

- Penulis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Joao Angelo De Sousa Mota mundur dari posisi Dirut Agrinas. (Foto: istimewa)

Joao Angelo De Sousa Mota mundur dari posisi Dirut Agrinas. (Foto: istimewa)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Drama baru mewarnai panggung BUMN pangan. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, resmi angkat kaki dari kursi panasnya.

Alasannya? Malu. Ya, malu karena selama enam bulan memimpin, target ambisius Presiden Prabowo soal swasembada pangan… nihil progres.

Joao blak-blakan mengaku, selama setengah tahun duduk di pucuk pimpinan, dirinya tak bisa berbuat banyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan karena malas, tapi karena merasa dibiarkan bekerja sendirian tanpa dukungan nyata. Anggaran? Nggak turun. Kebijakan? Terhambat. Stakeholder? Jauh dari kata kompak.

Baca Juga :  Guys! Jangan Lewatkan Bedah Buku "Filsafat Dekonstruksi" Bersama Para Pakar

“Keseriusan presiden dalam mendukung upaya kedaulatan pangan ini tidak didukung sepenuhnya oleh stakeholder dan pembantu-pembantunya… sampai hari ini Agrinas Pangan Nusantara masih nol,” keluh Joao, Senin (11/8), dikutip dari CNBCIndonesia.com.

Birokrasi yang ruwet dan proses administrasi bertele-tele juga jadi batu sandungan. Enam bulan berjalan, Joao merasa seperti berlari di treadmill: capek iya, maju nggak.

Langkahnya mundur disampaikan lewat surat resmi ke Danantara, sekaligus disampaikan terbuka di konferensi pers. Nada suaranya serius, bahkan sedikit getir: “Pengunduran ini bentuk tanggung jawab saya, saya malu memimpin enam bulan, dan tak bisa berkontribusi.”

Baca Juga :  Aceh Genjot Digitalisasi Gampong, 6500 Gampong Ditargetkan Terhubung Sistem SIGAP

Joao tak lupa meminta maaf ke Presiden Prabowo yang sudah memberinya amanah. Ia tahu betul isu pangan adalah PR besar negeri ini, dan menjadi perhatian utama sang presiden. Namun, tanpa dukungan penuh, target tinggal mimpi.

Kisah Joao ini seakan membuka lagi luka lama: banyak program strategis yang mati di jalan karena koordinasi amburadul, ego sektoral, dan birokrasi yang justru mematahkan semangat eksekusi.

Kalau pemimpin yang ditunjuk merasa malu dan mundur, mungkin pertanyaannya bukan sekadar “siapa yang memimpin,” tapi apakah sistemnya memang mau bergerak? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB